Email: pusat@itera.ac.id/ | Telpon: (0721) 8030188
Saksikan Fenomena Puncak Hujan Meteor Berikut Penjelasan Dosen Astronomi ITERA
Robiatul Muztaba, S.Si., M.Si.,/Dok. Pribadi

Saksikan Fenomena Puncak Hujan Meteor Berikut Penjelasan Dosen Astronomi ITERA

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS. Masyarakat dapat menyaksikan fenomena astronomi berupa hujan meteor yang berasal dari arah Rasi Aquarius yang diperkirakan puncaknya terjadi pada tanggal 4, 5, dan 6 Mei 2020, sekitar pukul 03.00 dini hari di langit sebelah timur. Hujan meteor tersebut diperkirakan bisa mencapai 34 buah meteor per jamnya.

Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK) Institut Teknologi Sumatera (ITERA)Robiatul Muztaba, S.Si., M.Si., atau akrab disapa Aji, menjelaskan, saat ini memang sedang masuk dalam rentang waktu fenomena hujan meteor yaitu tanggal 19 April – 28 Mei mendatang.

Sebelumnya, Aji juga menanggapi sebuah fenomena astronomi berupa adanya benda langit yang terekam oleh salah satu warga Lampung Selatan, menyerupai meteor dengan cahaya dan ekor yang panjang, melintas yang banyak diperbincangkan warganet.

“Jadi video yang beredar itu bisa saja jadi salah satu pecahan dari meteor itu. Meteor yang bergesekan dengan atmosfer bumi akan menghasilkan proses pembakaran, kalo dilihat dari videonya intensitas pembakarannya cukup besar dan masuk dalam kelompok atau jenis Fireball,” ujar Aji, Minggu (3/5/2020).

Dari pengamatan video, Aji menyebut meteor jenis Fireball tersebut habis di atmosfer atau terjadi ledakan dengan intensitas yang kecil. Peristira tersebut dalam ilmu astronomi biasa disebut Bollide.

“Kalo saja masih ada sisa meteor yang menembus atmosfer hingga ke permukaan bumi, objek itu di sebut juga sebagai meteorit, tapi sepertinya kalo dilihat dari video tersebut meteor habis terbakar di atmosfer bumi.”

“Kalo saja masih ada sisa meteor yang menembus atmosfer hingga ke permukaan bumi, objek itu di sebut juga sebagai meteorit, tapi sepertinya kalo dilihat dari video tersebut meteor habis terbakar di atmosfer bumi,” jelas Aji.

Aji menyampaikan, bahwa fenomena yang terekam salah satu warga tersebut hanyalah peristiwa astronomi biasa. Setiap tahun pasti ada, sehingga masyarakat diminta tetap tenang, dan tidak memunculkan isu-isu yang mengkhawatirkan masyarakat luas.

“Masyakarak jangan khawatir, kondisi langit yang bagus seperti di wilayah Lampung yang masih minim polusi cahaya, membuat masyarakat bisa menikmati dan mengamati bersama fenomena hujan meteor ini di tanggal 4, 5, dan 6 di saat waktu sahur,” ujar Aji. [Humas]

Close Menu