PEMBANGUNAN

ITERA

ITERA ditargetkan menjadi center of excellence atau pusat unggulan sains dan teknologi di Pulau Sumatera. ITERA diharapkan dapat meningkatkan daya saing Pulau Sumatera melalui pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, khususnya sarjana teknik yang unggul berdasarkan kebutuhan pengembangan Pulau Sumatera.

Selain memiliki lokasi yang strategis, karena berada tepat berdampingan dengan akses Tol Trans Sumatera, saat ini ITERA terus melengkapi berbagai fasilitas, mulai dari fasilitas perkuliahan seperti gedung perkuliahan, laboratorium teknik, asrama mahasiswa, hingga fasilitas pendukung lain termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Banyak lagi fasilitas lain yang akan dibangun di kampus ini. Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai kementerian, BUMN, dan swasta. Misalnya saja, akan dibangun Sport Center seluas 50 hektar di dalam lingkungan kampus. Pembangunan tersebut dilakukan atas kerja sama ITERA dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kemudian ITERA juga sedang membangun Kebun Raya seluas 75 ha di dalam lingkungan kampus sebagai pusat konservasi flora Sumatera.

  • PLTS ITERA
  • SMART BRT ITERA
  • GYM ITERA
  • Asrama Mahasiswa
  • Observatorium ITERA
  • Perpustakaan ITERA
  • Embung ITERA
  • Lab Perkuliahan
  • Area Akses Wifi
  • Kebun Raya ITERA
  • Rumah Ibadah Multiagama (RIMA)

PLTS Terbesar di Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ITERA berkapasitas 1MWP dibangun atas kerja sama Institut Teknologi Sumatera, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Surya Utama Nuansa (SUN). PLTS yang dibangun di atas lahan seluas 1 hektare ini menjadi Laboraorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya terbesar di Indonesia yang dibangun di lingkungan kampus. Sebagai kampus berbasis teknologi ITERA memiliki harapan yang tinggi dalam memajukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kemanusiaan untuk meningkatkan kesehateraan penduduk Sumatera, dan Indonesia. Dengan motto smart, friendly, dan forrest campus ITERA senantiasa memaksimalkan potensi lingkungan tropis di Indonesia yang kaya akan sinar matahari menjadi sebuah energi yang dapat dimanfaatkan. Salah satunya adalah energi listrik sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Dalam memenuhi kebutuhan energi tersebut ITERA senantiasa mengedepankan kelestarian lingkungan dan konsep continuous improvement atau proses perbaikan yang berkelanjutan. Untuk itulah ITERA membangun PLTS 1 MWP tanpa baterai dengan sistem on gride sehingga dapat melakukan export import energi listrik dengan PLN. Hal ini bertujuan menekan biaya pembangunan PLTS yang sangat besar pada komponen baterai. Dengan membangun PLTS 1MWP, ITERA secara resmi memiliki Laboratorium Energi Terbarukan. Laboratorium Energi Terbarukan ITERA akan menjadi pusat riset energi terbarukan yang dapat diakses tidak hanya oleh sivitas akademika ITERA tetapi juga masyarakat Sumatera dan Indonesia. Dengan dibangunnya PLTS dan Laboratorium Energi Terbarukan tersebut, ITERA menjadi kampus pertama di Indonesia yang mencanangkan diri sebagai Kampus Mandiri Energi. Selain itu ITERA juga hadir sebagai kampus yang menjadi etalase perkembangan teknologi terutama energi terbarukan di Pulau Sumatera.

SMART BRT ITERA

Institut Teknologi Sumatera menjadi pilot project atau percontohan nasional dalam pengembangan bus kampus oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Pada tahun 2019 Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menghibahkan sebanyak 10 (sepuluh) unit bus kepada ITERA untuk dikembangkan menjadi Smart Bus Rapid Transit atau BRT ITERA. Smart BRT ITERA tidak hanya menjadi moda trasnportasi publik bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan ITERA, tetapi juga melayani masyarakat umum di sekitar rute yang dilalui bus. Smart BRT ITERA menempuh dua trayek utama yaitu ITERA – Way Kandis – Jalan Terusan Ryacudu menuju Kota Baru, dengan Panjang lintasan 12,13 km, dan trayek ITERA – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan sepanjang 15,30 km. Di dalam Kampus SMART BRT ITERA menghubungkan asrama mahasiswa dan seluruh gedung perkuliahan ataupun laboratorium dengan jumlah ritasi 4 – 6 kali per hari. Jam operasional bus dimulai pukul 05.45 pagi hingga pukul 19.45 malam. Dalam pengembangannya Smart BRT ITERA akan dilengkapi dengan teknologi pendeteksi lokasi keberadaan bus atau GPS Tracking system dan menerapkan pembayaran secara digital, sehingga memudahkan pengguna. Smart BRT ITERA juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan akademik, seperti saat mahasiswa melakukan kuliah kerja nyata, praktik kerja lapangan hingga kegiatan lain di masing-masing program studi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Selain menjadi moda transportasi bagi sivitas akademika ITERA, SMART BRT ITERA yang akan melalui rute Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung ini diharapkan dapat turut serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di lingkungan kampus. Dengan beroperasinya SMART BRT ITERA diharapkan dapat memberikan pilihan moda perjalanan yang nyaman dan inklusif bagi sivitas akademika ITERA dan masyarakat umum.

Fasilitas GYM ITERA

 Komitmen Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dalam menjadikan olahraga sebagai gaya hidup atau lifestyle sivitas akademikanya kembali dibuktikan dengan menyediakan fasilitas gym di Kampus. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika ITERA mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, secara gratis.

Sebanyak delapan alat gym, saat ini telah tersedia di pusat kebugaran ITERA di basment Gedung E ITERA. Delapan alat gym yang dapat dimanfaatkan yaitu leg press, cable crossover, statis bike, chest press, pull down and rowing machine, sit up, leg curl and extension, dan dumbell set.

fasilitas gym ITERA disediakan untuk mendorong sivitas akademika ITERA melatih kebugaran tubuh dan aktif berolahraga.Sebab, dengan kebugaran yang baik, mahasiswa akan dapat belajar dengan maksimal, sementara bagi dosen dan tendik akan mendukung bekerja dengan baik.

 

Asrama Mahasiswa Baru

ITERA telah melaksanakan program pembinaan untuk mahasiswa baru di asrama mulai dari Angkatan 2017. ITERA menetapkan bahwa mahasiswa pendaftar Program KIP-KULIAH yang berasal dari luar kota Bandar Lampung, baik dari jalur SNMPTN maupun jalur SBMPTN, WAJIB tinggal di Asrama ITERA selama menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) sebagai bagian dari rangkaian pembinaan untuk mahasiswa penerima KIP-KULIAH.

Di samping itu, setiap mahasiswa baru ITERA nantinya akan diwajibkan untuk msssengikuti Program Pembinaan Asrama TPB ITERA. Akan tetapi, mengingat kapasitas asrama yang masih terbatas, ITERA menetapkan prioritas untuk mahasiswa baru lainnya untuk tinggal di asrama sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Asrama NOMOR: T/194/IT9.A/HK.11/2020 maka pengelola asrama akan dibantu oleh stim seleksi, melakukan seleksi kepada para calon penghuni yang telah terdaftar berdasarkan kriteria sebagai berikut:

  1. Mahasiswa baru ITERA penerima Kartu Indonesia Pintar yang telah mendaftar melalui akun Data Induk Mahasiswa (DIM).
  2. Mahasiswa baru ITERA yang berasal dari luar Provinsi Lampung dan masuk ke dalam UKT Gol I, II, & III yang ditunjukkan dengan surat keterangan bukti UKT.
  3. Mahasiswa baru ITERA yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Lampung, dan masuk ke dalam UKT Gol. I, II, & III yang ditunjukkan dengan surat keterangan bukti UKT. Kriteria ini tidak berlaku bagi Mahasiswa Baru ITERA yang berasal dari Kota Bandar Lampung.
  4. Apabila kuota penghuni asrama yang dimaksud dalam poin 1 dan 2 belum terpenuhi, maka terbuka peluang bagi Mahasiswa baru dengan UKT di atas Gol. III yang ditunjukkan dengan surat keterangan bukti UKT.

Informasi Biaya dan Fasilitas

 Biaya

 :

 Rp. 150.000,- / bulan (dibayarkan total 10 bulan di awal pendaftaran)

 Fasilitas

 :

  • Empat tower asrama (dua tower putri dan dua tower putra)

  • Kapasitas seluruh tower asrama putra dan putri selama pandemi Covid-19 adalah 712 orang (maksimal)

  • Setiap kamar dilengkapi tempat tidur, meja dan kursi belajar, lemari serta kamar mandi dalam

Alokasi Kamar

Tentang penggunaan asrama sebagai tempat tinggal bagi mahasiswa baru Tahap Persiapan Bersama (TPB) ITERA pada masa pandemi Covid-19 yaitu 1 kamar diisi oleh 2 orang.

  • TB 1 (putri) : 176 orang
  • TB 2 (putra) : 176 orang
  • TB 3 (putra) : 180 orang
  • TB 4 (putri) : 180 orang
  • Total 4 Tower : 712 orang (maksimal)


Jadwal Penerimaan
 

Jalur

Pendaftaran

Pengumuman Calon Penghuni

Daftar Ulang Penghuni

SNMPTN

Akan diumukan

Akan diumukan

Akan diumukan

SBMPTN

Akan diumukan

Akan diumukan

Akan diumukan

Alur Pendaftaran

Untuk dapat diterima sebagai penghuni asrama, setiap pendaftar harus melakukan proses registrasi dengan cara sebagai berikut::

1.Memilih ikut asrama pada pengisian Data Diri pada isian Data Induk Mahasiswa (DIM) (http://dim.itera.ac.id).

2. Mencantumkan no. kartu BPJS atau asuransi kesehatan lainnya

3. Mengupload bukti keikutsertaan BPJS atau asuransi kesehatan lainnya

Berdasarkan data yang diberikan oleh mahasiswa pendaftar, tim asrama akan melakukan seleksi berdasarkan kriteria yang telah dicantumkan di atas dan mengumumkan sesuai jadwal yang ditentukan.

Adapun pendaftar yang telah dinyatakan diterima sebagai calon penghuni asrama, diminta untuk melengkapi kebutuhan administrasi sebagai berikut:

  1. Mengisi formulir data diri dan surat perjanjian tinggal di asrama (dapat diunduh di http://asrama.itera.ac.id)

  2. Melakukan pembayaran biaya asrama.

  1. Melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang ditetapkan dengan membawa:

    1. Formulir data diri yang telah diisi lengkap dan ditempel pas foto terbaru ukuran 3×4

    2. Surat perjanjian yang telah diisi lengkap dan ditandatangani menggunakan materai

    3. Fotokopi KTP atau identitas diri lainnya yang masih berlaku.

    4. Fotokopi kartu BPJS atau bukti keanggotaan asuransi kesehatan lainnya yang masih berlaku.

    5. Fotokopi surat keterangan sehat dan bebas narkoba yang masih berlaku.

    6. Pas foto terbaru 3×4 sebanyak 2 lembar (digunakan untuk pembuatan kartu penghuni)

    7. Bukti transfer pembayaran biaya asrama

    8. Semua berkas dimasukkan dalam map

Mahasiswa yang sudah melakukan registrasi ulang, berhak mendapatkan kamar. Penempatan kamar ditentukan oleh pihak asrama setelah menerima bukti pembayaran.

Pembagian kamar akan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Mahasiswa tinggal di asrama selama menjalani Tahap Persiapan Bersama

  • Dalam satu kamar akan berasal dari:

  • Daerah asal yang berbeda

  • Program studi berbeda

  • Golongan ekonomi yang berbeda

  • Beberapa agama berbeda (bila dimungkinkan)

Mahasiswa dijadwalkan mulai masuk ke Asrama adalah minimal 14 hari setelah verifikasi berkas dan melaksanakan isolasi mandiri.

 

 

Observatorium ITERA

Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) secara rutin sejak tahun 2017 membuka Program Edukasi Wisata Astronomi. Edukasi wisata astronomi adalah salah satu program unggulan dari OAIL.  Tujuan dari program ini adalah mengenalkan masyarakat kepada ilmu astronomi secara impresif dan menyenangkan.

Secara umum edukasi wisata astronomi ini adalah gabungan dari wisata edukasi dengan astronomi sebagai materi utama. Pada kegiatan ini, peserta akan dikenalkan pada ilmu astronomi secara umum, seperti bintang-bintang, planet, galaksi, Matahari, dan lain-lain. Peserta juga akan diajak secara langsung melihat objek astronomi yang bisa dilihat pada siang hari, yaitu bintang paling dekat dengan Bumi, yaitu Matahari. Jika Matahari sedang dalam kondisi aktif, maka kita dapat melihat Bintik Matahari. Peserta juga akan dikenalkan dengan ilmu astronomi praktis, bagaimana menerapkan astronomi di kehidupan sehari-hari. 

Rata-rata, rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama satu setengah jam, pada 45 menit awal, Peserta akan mendapatkan materi di kelas (Pengenalan tentang objek-objek astronomi, akan disesuaikan dengan kategori usia peserta), kemudian Peserta akan melihat Matahari dengan menggunakan Teleskop berfilter Matahari secara aman

 Sejak bulan Maret 2020, kegiatan ini dihentikan sementara, karena adanya situasi Pandemi CoVID-19. 
Kunjungan Edukasi Wisata akan dilanjutkan jika sudah ada kepastian tentang redanya Pandemi ini

Jenis teleskop

:

Refraktor

Panjang fokus

:

900 mm

Diameter

:

102 mm

Focal ratio

:

f/8.8

Finder

:

Ada 8 x 50 mm

Mounting

:

Equatorial, gerak manual

Tripod

:

Stainless steel tripod

Jumlah

:

10

OTA

:

Coronado SolarMax III 70mm f/5.7 H-alpha Solar Telescope

Panjang fokus

:

400 mm

Diameter cermin utama

:

70 mm

Filter terpasang

:

Single stack H-Alpha filter

Focal Ratio

:

f/5.7

Mounting

:

Tripod

:

Jumlah

:

1

Sistem Optik

:

Ritchey–Chrétien

Panjang fokus

:

2000 mm

Diameter cermin utama

:

10 “

Diameter cermin kedua

:

150 mm

Focal Ratio

:

f/8

Finder

:

Meade Finder custom made (tambahan).

Pembidik laser.

Mounting

:

iOptron CEM60, Z Balanced Equatorial,

Motorized, Computerized

Tripod

:

iOptron tri-pier  Field Tripod

Jumlah

:

1

OTA

:

Lunt Engineering Doublet Refractor 80mm ED

Panjang fokus

:

560 mm

Diameter

:

80 mm

Focal ratio

:

f/7

Finder

:

Tidak ada / atau kustom dari finder Meade / Baride

Mounting

:

iOptron ZEQ25-GT dengan Go2Nova, Z Balanced Equatorialmotorizedcomputerized,

 Tripod

:

iOptron Tripod

Jumlah

:

1

OTA

:

Meade 12” SCT-ACF

Panjang fokus

:

3048 mm

Diameter cermin utama

:

304,8 mm (12”)

Diameter obstruksi cermin sekunder

:

102 mm

Focal Ratio

:

f/10

Mounting

:

iOptron CEM60

Tripod

:

Jumlah

:

1

OTA

:

Meade Schmidt-Cassegrain 8”

Advanced Coma Free

Panjang fokus

:

2032 mm

Diameter cermin utama

:

203,2 mm

Diameter cermin kedua

:

65 mm

Focal Ratio

:

f/10

Finder

:

Ada, 8 x 50 mm

Mounting

:

Meade LX-90, Alt-Az, motorized, computerized.

Tripod

:

Standard Meade Field Tripod

dan lain-lain.

Perpustakaan ITERA

ITERA memiliki Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan dengan :
Jam Buka Perpustakaan GKU
Senin – Kamis: 08.00 – 16.30 WIB
Jumat: 08.00 – 17.00 WIB

Jam Buka Layanan Referensi Perpustakaan Gedung E
Senin s/d Jumat : 08.00 – 16.30 WIB 

dengan tata tertib :

1. Pengunjung wajib menyimpan tas dan barang bawaan lainnya di loker yang telah disediakan

2. Pengunjung wajib meninggalkan kartu identitas (KTM, KTP, SIM, KIS, dsb.) untuk ditukarkan dengan kunci loker

3. Pengunjung wajib mengisi buku tamu di komputer yang telah disediakan. Untuk anggota/mahasiswa mengisi buku tamu dengan NIM (Nomor Induk Mahasiswa) dan untuk non-anggota bisa mengisi buku tamu dengan nama serta institusi

4. Pengunjung wajib menjaga suara tetap kecil agar tidak mengganggu pengunjung yang lain

5. Pengunjung tidak diperkenankan makan dan minum di dalam area perpustakaan

6. Pengunjung tidak diperkenankan merokok di dalam area perpustakaan

7. Pengunjung tidak diperkenankan membuang sampah di dalam perpustakaan

8. Pengunjung tidak diperkenankan membawa barang-barang yang mudah terbakar ke dalam perpustakaan

9. Pengunjung tidak diperkenankan merusak, mencoret, menyobek, melipat, ataupun membasahi buku

 

Embung ITERA

Institut Teknologi Sumatera memiliki 7 Embung yang di namakan sesuai abjad A-B-C-D-E-F dan 1 Embung Kebun Raya yang di tengahnya terdapat monumen pulau berbentuk Sumatera.

Embung A banyak dimanfaatkan umum sebagai tempat rekreasi dan jogging setiap sore. Disana juga terdapat alat-alat olahraga yang difasilitasi ITERA untuk publik yang bertujuan meningkatkan kebugaran bagi semua orang.Embung E yang merupakan embung terbesar di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) diusulkan menjadi pusat olahraga air terutama cabang olahraga Dayung di Provinsi Lampung. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi terbatas yang melibatkan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung, Brigif 4 Marinir/BS, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia  (PODSI) dan ITERA. Rapat tersebut diadakan di Ruang Rapat Besar Kampus ITERA, Selasa (31/3/2020) dengan tetap menerapkan standar pencegahan penyebaran Covid-19.

Rektor ITERA Prof. Ofyar Z. Tamin, M.Sc. Ph.D menyampaikan rencana pemanfaatan Embung E ITERA sebagai sarana olahraga air di Provinsi Lampung, pertama kali digagas oleh Brigif 4 Marinir/BS. “Hasil pertemuan ITERA dan Komandan Brigif, muncul keinginan untuk memajukan olahraga di Provinsi Lampung, salah satunya adalah olahraga air yaitu dayung dengan memanfaatkan Embung E yang ada di ITERA sehingga membutuhkan dukungan stakeholder seperti Dispora, KONI Lampung, dan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia(PODSI),” Ujar Rektor.

Lab Perkuliahan

Institut Teknologi Sumatera memiliki 5 Gedung Laboratorium Teknik (3 telah berdiri, 2 sedang dibangun) di dalam menunjang perkuliahan mahasiswa.  Setiap gedung labtek memiliki banyak ruangan lab dari berbagai prodi yang masing-masingnya di isi peralatan terkait sebagai penunjang penelitian mahasiswa pada kepakarannya.

Area Akses Wifi

Di setiap sudut gedung ITERA memiliki area akses wifi yang di fasilitasi kursi dan meja bagi seluruh civitas akademika yang ingin memakai koneksi internet dalam keperluannya.

Kebun Raya ITERA

Misi Forest Campus ITERA sangat relevan dengan fungsi kebun raya sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, yaitu sebagai tempat konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Fungsi konservasi sebagai domain keberadaan Kebun Raya ITERA sejalan dengan tujuan Forest Campus dalam mempresentasikan dan mempertahankan megabiodiversitas Sumatera. ITERA menjalin kerja sama dengan LIPI melalui surat Rektor ITERA Nomor: 134/A/LL/IV/2016 tentang Permohonan Kerja Sama Pembangunan Kebun Raya di Institut Teknologi Sumatera. LIPI merespon dengan melakukan kajian kelayakan lokasi pada tanggal 9-11 Juni 2016 dan hasilnya menyebutkan bahwa lokasi kampus ITERA layak menjadi kebun raya. 

Kebun Raya ITERA dapat dinikmati publik. Saat ini, Kebun Raya ITERA yang berdiri di atas lahan seluas 75,52 hektare, sudah memiliki beberapa fasilitas pendukung konservasi tumbuhan, seperti rumah kaca pembibitan, paranet pembibitan, kantor dan gudang pembibitan serta fasilitas pendukung seperti gerbang dan akses jalan. Kebun Raya ITERA juga sudah memiliki 11.315 tanaman penghijauan yang terdiri dari 109 jenis tanaman, serta 232 tanaman koleksi yang terdiri dari 49 famili, sumbangan Kebun Raya Bogor. Tanaman koleksi di Kebun Raya ITERA merupakan tanaman khas kebun raya, yakni tanaman yang memiliki identitas dan terdokumentasi, serta beberapa tanaman langka seperti teratai raksasa (Victoria amazonica), tanaman baobab (Adansonia digitata).

 

 

Rumah Ibadah Multiagama ITERA

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memulai pembangunan Rumah Ibadah Multiagama (Rima) ITERA. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (grooundbreaking) yang dilakukan oleh Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc., Ph.D.,IPU., bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Drs. H. Juanda Naim, M.H., Rabu, 7 April 2021.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Umum dan Akademik ITERA drh. Sri Sulistiawati, M.M, Ketua Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan Dr. Rahayu Sulistyorini, S.T., M.T., Badan Pengelola Rima ITERA, perwakilan tokoh bimbingan masyarakat dari enam agama Kakanwil Kemenag Lampung, keluarga mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan ITERA, serta kontraktor.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Lampung, Drs. H. Juanda Naim, M.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan akan mendukung penuh pembangunan Rima ITERA. Juanda menilai, pembangunan Rima ITERA juga memberikan sumbangsih besar bagi kehidupan beragama di Provinsi Lampung serta menjadi simbol moderasi dalam kehidupan beragama di masyarakat. Meski masih berusia muda, inovasi yang dilakukan oleh ITERA disebut sangat luar biasa dalam menggaungkan toleransi antaragama.

Rumah Ibadah Multiagama yang dibangun ITERA sudah mencerminkan implementasi moderasi kehidupan beragama. Menjadi tanda masyarakat Lampung sebagai Indonesia mini sudah menerapkan moderasi beragama tersebut di kampus ITERA.

  • PLTS ITERA
  • SMART BRT ITERA
  • GYM ITERA
  • Asrama Mahasiswa
  • Observatorium ITERA
  • Perpustakaan ITERA
  • Embung ITERA
  • Lab Perkuliahan
  • Area Akses Wifi
  • Kebun Raya ITERA
  • Rumah Ibadah Multiagama (RIMA)

PLTS Terbesar di Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ITERA berkapasitas 1MWP dibangun atas kerja sama Institut Teknologi Sumatera, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Surya Utama Nuansa (SUN). PLTS yang dibangun di atas lahan seluas 1 hektare ini menjadi Laboraorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya terbesar di Indonesia yang dibangun di lingkungan kampus. Sebagai kampus berbasis teknologi ITERA memiliki harapan yang tinggi dalam memajukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kemanusiaan untuk meningkatkan kesehateraan penduduk Sumatera, dan Indonesia. Dengan motto smart, friendly, dan forrest campus ITERA senantiasa memaksimalkan potensi lingkungan tropis di Indonesia yang kaya akan sinar matahari menjadi sebuah energi yang dapat dimanfaatkan. Salah satunya adalah energi listrik sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Dalam memenuhi kebutuhan energi tersebut ITERA senantiasa mengedepankan kelestarian lingkungan dan konsep continuous improvement atau proses perbaikan yang berkelanjutan. Untuk itulah ITERA membangun PLTS 1 MWP tanpa baterai dengan sistem on gride sehingga dapat melakukan export import energi listrik dengan PLN. Hal ini bertujuan menekan biaya pembangunan PLTS yang sangat besar pada komponen baterai. Dengan membangun PLTS 1MWP, ITERA secara resmi memiliki Laboratorium Energi Terbarukan. Laboratorium Energi Terbarukan ITERA akan menjadi pusat riset energi terbarukan yang dapat diakses tidak hanya oleh sivitas akademika ITERA tetapi juga masyarakat Sumatera dan Indonesia. Dengan dibangunnya PLTS dan Laboratorium Energi Terbarukan tersebut, ITERA menjadi kampus pertama di Indonesia yang mencanangkan diri sebagai Kampus Mandiri Energi. Selain itu ITERA juga hadir sebagai kampus yang menjadi etalase perkembangan teknologi terutama energi terbarukan di Pulau Sumatera.

SMART BRT ITERA

Institut Teknologi Sumatera menjadi pilot project atau percontohan nasional dalam pengembangan bus kampus oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Pada tahun 2019 Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menghibahkan sebanyak 10 (sepuluh) unit bus kepada ITERA untuk dikembangkan menjadi Smart Bus Rapid Transit atau BRT ITERA. Smart BRT ITERA tidak hanya menjadi moda trasnportasi publik bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan ITERA, tetapi juga melayani masyarakat umum di sekitar rute yang dilalui bus. Smart BRT ITERA menempuh dua trayek utama yaitu ITERA – Way Kandis – Jalan Terusan Ryacudu menuju Kota Baru, dengan Panjang lintasan 12,13 km, dan trayek ITERA – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan sepanjang 15,30 km. Di dalam Kampus SMART BRT ITERA menghubungkan asrama mahasiswa dan seluruh gedung perkuliahan ataupun laboratorium dengan jumlah ritasi 4 – 6 kali per hari. Jam operasional bus dimulai pukul 05.45 pagi hingga pukul 19.45 malam. Dalam pengembangannya Smart BRT ITERA akan dilengkapi dengan teknologi pendeteksi lokasi keberadaan bus atau GPS Tracking system dan menerapkan pembayaran secara digital, sehingga memudahkan pengguna. Smart BRT ITERA juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan akademik, seperti saat mahasiswa melakukan kuliah kerja nyata, praktik kerja lapangan hingga kegiatan lain di masing-masing program studi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Selain menjadi moda transportasi bagi sivitas akademika ITERA, SMART BRT ITERA yang akan melalui rute Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung ini diharapkan dapat turut serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di lingkungan kampus. Dengan beroperasinya SMART BRT ITERA diharapkan dapat memberikan pilihan moda perjalanan yang nyaman dan inklusif bagi sivitas akademika ITERA dan masyarakat umum.

Fasilitas GYM ITERA

 Komitmen Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dalam menjadikan olahraga sebagai gaya hidup atau lifestyle sivitas akademikanya kembali dibuktikan dengan menyediakan fasilitas gym di Kampus. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika ITERA mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, secara gratis.

Sebanyak delapan alat gym, saat ini telah tersedia di pusat kebugaran ITERA di basment Gedung E ITERA. Delapan alat gym yang dapat dimanfaatkan yaitu leg press, cable crossover, statis bike, chest press, pull down and rowing machine, sit up, leg curl and extension, dan dumbell set.

fasilitas gym ITERA disediakan untuk mendorong sivitas akademika ITERA melatih kebugaran tubuh dan aktif berolahraga.Sebab, dengan kebugaran yang baik, mahasiswa akan dapat belajar dengan maksimal, sementara bagi dosen dan tendik akan mendukung bekerja dengan baik.

 

Asrama Mahasiswa Baru

ITERA telah melaksanakan program pembinaan untuk mahasiswa baru di asrama mulai dari Angkatan 2017. ITERA menetapkan bahwa mahasiswa pendaftar Program KIP-KULIAH yang berasal dari luar kota Bandar Lampung, baik dari jalur SNMPTN maupun jalur SBMPTN, WAJIB tinggal di Asrama ITERA selama menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) sebagai bagian dari rangkaian pembinaan untuk mahasiswa penerima KIP-KULIAH.

Di samping itu, setiap mahasiswa baru ITERA nantinya akan diwajibkan untuk msssengikuti Program Pembinaan Asrama TPB ITERA. Akan tetapi, mengingat kapasitas asrama yang masih terbatas, ITERA menetapkan prioritas untuk mahasiswa baru lainnya untuk tinggal di asrama sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Asrama NOMOR: T/194/IT9.A/HK.11/2020 maka pengelola asrama akan dibantu oleh stim seleksi, melakukan seleksi kepada para calon penghuni yang telah terdaftar berdasarkan kriteria sebagai berikut:

  1. Mahasiswa baru ITERA penerima Kartu Indonesia Pintar yang telah mendaftar melalui akun Data Induk Mahasiswa (DIM).
  2. Mahasiswa baru ITERA yang berasal dari luar Provinsi Lampung dan masuk ke dalam UKT Gol I, II, & III yang ditunjukkan dengan surat keterangan bukti UKT.
  3. Mahasiswa baru ITERA yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Lampung, dan masuk ke dalam UKT Gol. I, II, & III yang ditunjukkan dengan surat keterangan bukti UKT. Kriteria ini tidak berlaku bagi Mahasiswa Baru ITERA yang berasal dari Kota Bandar Lampung.
  4. Apabila kuota penghuni asrama yang dimaksud dalam poin 1 dan 2 belum terpenuhi, maka terbuka peluang bagi Mahasiswa baru dengan UKT di atas Gol. III yang ditunjukkan dengan surat keterangan bukti UKT.

Informasi Biaya dan Fasilitas

 Biaya

 :

 Rp. 150.000,- / bulan (dibayarkan total 10 bulan di awal pendaftaran)

 Fasilitas

 :

  • Empat tower asrama (dua tower putri dan dua tower putra)

  • Kapasitas seluruh tower asrama putra dan putri selama pandemi Covid-19 adalah 712 orang (maksimal)

  • Setiap kamar dilengkapi tempat tidur, meja dan kursi belajar, lemari serta kamar mandi dalam

Alokasi Kamar

Tentang penggunaan asrama sebagai tempat tinggal bagi mahasiswa baru Tahap Persiapan Bersama (TPB) ITERA pada masa pandemi Covid-19 yaitu 1 kamar diisi oleh 2 orang.

  • TB 1 (putri) : 176 orang
  • TB 2 (putra) : 176 orang
  • TB 3 (putra) : 180 orang
  • TB 4 (putri) : 180 orang
  • Total 4 Tower : 712 orang (maksimal)


Jadwal Penerimaan
 

Jalur

Pendaftaran

Pengumuman Calon Penghuni

Daftar Ulang Penghuni

SNMPTN

Akan diumukan

Akan diumukan

Akan diumukan

SBMPTN

Akan diumukan

Akan diumukan

Akan diumukan

Alur Pendaftaran

Untuk dapat diterima sebagai penghuni asrama, setiap pendaftar harus melakukan proses registrasi dengan cara sebagai berikut::

1.Memilih ikut asrama pada pengisian Data Diri pada isian Data Induk Mahasiswa (DIM) (http://dim.itera.ac.id).

2. Mencantumkan no. kartu BPJS atau asuransi kesehatan lainnya

3. Mengupload bukti keikutsertaan BPJS atau asuransi kesehatan lainnya

Berdasarkan data yang diberikan oleh mahasiswa pendaftar, tim asrama akan melakukan seleksi berdasarkan kriteria yang telah dicantumkan di atas dan mengumumkan sesuai jadwal yang ditentukan.

Adapun pendaftar yang telah dinyatakan diterima sebagai calon penghuni asrama, diminta untuk melengkapi kebutuhan administrasi sebagai berikut:

  1. Mengisi formulir data diri dan surat perjanjian tinggal di asrama (dapat diunduh di http://asrama.itera.ac.id)

  2. Melakukan pembayaran biaya asrama.

  1. Melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang ditetapkan dengan membawa:

    1. Formulir data diri yang telah diisi lengkap dan ditempel pas foto terbaru ukuran 3×4

    2. Surat perjanjian yang telah diisi lengkap dan ditandatangani menggunakan materai

    3. Fotokopi KTP atau identitas diri lainnya yang masih berlaku.

    4. Fotokopi kartu BPJS atau bukti keanggotaan asuransi kesehatan lainnya yang masih berlaku.

    5. Fotokopi surat keterangan sehat dan bebas narkoba yang masih berlaku.

    6. Pas foto terbaru 3×4 sebanyak 2 lembar (digunakan untuk pembuatan kartu penghuni)

    7. Bukti transfer pembayaran biaya asrama

    8. Semua berkas dimasukkan dalam map

Mahasiswa yang sudah melakukan registrasi ulang, berhak mendapatkan kamar. Penempatan kamar ditentukan oleh pihak asrama setelah menerima bukti pembayaran.

Pembagian kamar akan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Mahasiswa tinggal di asrama selama menjalani Tahap Persiapan Bersama

  • Dalam satu kamar akan berasal dari:

  • Daerah asal yang berbeda

  • Program studi berbeda

  • Golongan ekonomi yang berbeda

  • Beberapa agama berbeda (bila dimungkinkan)

Mahasiswa dijadwalkan mulai masuk ke Asrama adalah minimal 14 hari setelah verifikasi berkas dan melaksanakan isolasi mandiri.

 

 

Observatorium ITERA

Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) secara rutin sejak tahun 2017 membuka Program Edukasi Wisata Astronomi. Edukasi wisata astronomi adalah salah satu program unggulan dari OAIL.  Tujuan dari program ini adalah mengenalkan masyarakat kepada ilmu astronomi secara impresif dan menyenangkan.

Secara umum edukasi wisata astronomi ini adalah gabungan dari wisata edukasi dengan astronomi sebagai materi utama. Pada kegiatan ini, peserta akan dikenalkan pada ilmu astronomi secara umum, seperti bintang-bintang, planet, galaksi, Matahari, dan lain-lain. Peserta juga akan diajak secara langsung melihat objek astronomi yang bisa dilihat pada siang hari, yaitu bintang paling dekat dengan Bumi, yaitu Matahari. Jika Matahari sedang dalam kondisi aktif, maka kita dapat melihat Bintik Matahari. Peserta juga akan dikenalkan dengan ilmu astronomi praktis, bagaimana menerapkan astronomi di kehidupan sehari-hari. 

Rata-rata, rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama satu setengah jam, pada 45 menit awal, Peserta akan mendapatkan materi di kelas (Pengenalan tentang objek-objek astronomi, akan disesuaikan dengan kategori usia peserta), kemudian Peserta akan melihat Matahari dengan menggunakan Teleskop berfilter Matahari secara aman

 Sejak bulan Maret 2020, kegiatan ini dihentikan sementara, karena adanya situasi Pandemi CoVID-19. 
Kunjungan Edukasi Wisata akan dilanjutkan jika sudah ada kepastian tentang redanya Pandemi ini

Jenis teleskop

:

Refraktor

Panjang fokus

:

900 mm

Diameter

:

102 mm

Focal ratio

:

f/8.8

Finder

:

Ada 8 x 50 mm

Mounting

:

Equatorial, gerak manual

Tripod

:

Stainless steel tripod

Jumlah

:

10

OTA

:

Coronado SolarMax III 70mm f/5.7 H-alpha Solar Telescope

Panjang fokus

:

400 mm

Diameter cermin utama

:

70 mm

Filter terpasang

:

Single stack H-Alpha filter

Focal Ratio

:

f/5.7

Mounting

:

Tripod

:

Jumlah

:

1

Sistem Optik

:

Ritchey–Chrétien

Panjang fokus

:

2000 mm

Diameter cermin utama

:

10 “

Diameter cermin kedua

:

150 mm

Focal Ratio

:

f/8

Finder

:

Meade Finder custom made (tambahan).

Pembidik laser.

Mounting

:

iOptron CEM60, Z Balanced Equatorial,

Motorized, Computerized

Tripod

:

iOptron tri-pier  Field Tripod

Jumlah

:

1

OTA

:

Lunt Engineering Doublet Refractor 80mm ED

Panjang fokus

:

560 mm

Diameter

:

80 mm

Focal ratio

:

f/7

Finder

:

Tidak ada / atau kustom dari finder Meade / Baride

Mounting

:

iOptron ZEQ25-GT dengan Go2Nova, Z Balanced Equatorialmotorizedcomputerized,

 Tripod

:

iOptron Tripod

Jumlah

:

1

OTA

:

Meade 12” SCT-ACF

Panjang fokus

:

3048 mm

Diameter cermin utama

:

304,8 mm (12”)

Diameter obstruksi cermin sekunder

:

102 mm

Focal Ratio

:

f/10

Mounting

:

iOptron CEM60

Tripod

:

Jumlah

:

1

OTA

:

Meade Schmidt-Cassegrain 8”

Advanced Coma Free

Panjang fokus

:

2032 mm

Diameter cermin utama

:

203,2 mm

Diameter cermin kedua

:

65 mm

Focal Ratio

:

f/10

Finder

:

Ada, 8 x 50 mm

Mounting

:

Meade LX-90, Alt-Az, motorized, computerized.

Tripod

:

Standard Meade Field Tripod

dan lain-lain.

Perpustakaan ITERA

ITERA memiliki Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan dengan :
Jam Buka Perpustakaan GKU
Senin – Kamis: 08.00 – 16.30 WIB
Jumat: 08.00 – 17.00 WIB

Jam Buka Layanan Referensi Perpustakaan Gedung E
Senin s/d Jumat : 08.00 – 16.30 WIB 

dengan tata tertib :

1. Pengunjung wajib menyimpan tas dan barang bawaan lainnya di loker yang telah disediakan

2. Pengunjung wajib meninggalkan kartu identitas (KTM, KTP, SIM, KIS, dsb.) untuk ditukarkan dengan kunci loker

3. Pengunjung wajib mengisi buku tamu di komputer yang telah disediakan. Untuk anggota/mahasiswa mengisi buku tamu dengan NIM (Nomor Induk Mahasiswa) dan untuk non-anggota bisa mengisi buku tamu dengan nama serta institusi

4. Pengunjung wajib menjaga suara tetap kecil agar tidak mengganggu pengunjung yang lain

5. Pengunjung tidak diperkenankan makan dan minum di dalam area perpustakaan

6. Pengunjung tidak diperkenankan merokok di dalam area perpustakaan

7. Pengunjung tidak diperkenankan membuang sampah di dalam perpustakaan

8. Pengunjung tidak diperkenankan membawa barang-barang yang mudah terbakar ke dalam perpustakaan

9. Pengunjung tidak diperkenankan merusak, mencoret, menyobek, melipat, ataupun membasahi buku

 

Embung ITERA

Institut Teknologi Sumatera memiliki 7 Embung yang di namakan sesuai abjad A-B-C-D-E-F dan 1 Embung Kebun Raya yang di tengahnya terdapat monumen pulau berbentuk Sumatera.

Embung A banyak dimanfaatkan umum sebagai tempat rekreasi dan jogging setiap sore. Disana juga terdapat alat-alat olahraga yang difasilitasi ITERA untuk publik yang bertujuan meningkatkan kebugaran bagi semua orang.Embung E yang merupakan embung terbesar di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) diusulkan menjadi pusat olahraga air terutama cabang olahraga Dayung di Provinsi Lampung. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi terbatas yang melibatkan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Lampung, Brigif 4 Marinir/BS, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia  (PODSI) dan ITERA. Rapat tersebut diadakan di Ruang Rapat Besar Kampus ITERA, Selasa (31/3/2020) dengan tetap menerapkan standar pencegahan penyebaran Covid-19.

Rektor ITERA Prof. Ofyar Z. Tamin, M.Sc. Ph.D menyampaikan rencana pemanfaatan Embung E ITERA sebagai sarana olahraga air di Provinsi Lampung, pertama kali digagas oleh Brigif 4 Marinir/BS. “Hasil pertemuan ITERA dan Komandan Brigif, muncul keinginan untuk memajukan olahraga di Provinsi Lampung, salah satunya adalah olahraga air yaitu dayung dengan memanfaatkan Embung E yang ada di ITERA sehingga membutuhkan dukungan stakeholder seperti Dispora, KONI Lampung, dan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia(PODSI),” Ujar Rektor.

Lab Perkuliahan

Institut Teknologi Sumatera memiliki 5 Gedung Laboratorium Teknik (3 telah berdiri, 2 sedang dibangun) di dalam menunjang perkuliahan mahasiswa.  Setiap gedung labtek memiliki banyak ruangan lab dari berbagai prodi yang masing-masingnya di isi peralatan terkait sebagai penunjang penelitian mahasiswa pada kepakarannya.

Area Akses Wifi

Di setiap sudut gedung ITERA memiliki area akses wifi yang di fasilitasi kursi dan meja bagi seluruh civitas akademika yang ingin memakai koneksi internet dalam keperluannya.

Kebun Raya ITERA

Misi Forest Campus ITERA sangat relevan dengan fungsi kebun raya sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, yaitu sebagai tempat konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Fungsi konservasi sebagai domain keberadaan Kebun Raya ITERA sejalan dengan tujuan Forest Campus dalam mempresentasikan dan mempertahankan megabiodiversitas Sumatera. ITERA menjalin kerja sama dengan LIPI melalui surat Rektor ITERA Nomor: 134/A/LL/IV/2016 tentang Permohonan Kerja Sama Pembangunan Kebun Raya di Institut Teknologi Sumatera. LIPI merespon dengan melakukan kajian kelayakan lokasi pada tanggal 9-11 Juni 2016 dan hasilnya menyebutkan bahwa lokasi kampus ITERA layak menjadi kebun raya. 

Kebun Raya ITERA dapat dinikmati publik. Saat ini, Kebun Raya ITERA yang berdiri di atas lahan seluas 75,52 hektare, sudah memiliki beberapa fasilitas pendukung konservasi tumbuhan, seperti rumah kaca pembibitan, paranet pembibitan, kantor dan gudang pembibitan serta fasilitas pendukung seperti gerbang dan akses jalan. Kebun Raya ITERA juga sudah memiliki 11.315 tanaman penghijauan yang terdiri dari 109 jenis tanaman, serta 232 tanaman koleksi yang terdiri dari 49 famili, sumbangan Kebun Raya Bogor. Tanaman koleksi di Kebun Raya ITERA merupakan tanaman khas kebun raya, yakni tanaman yang memiliki identitas dan terdokumentasi, serta beberapa tanaman langka seperti teratai raksasa (Victoria amazonica), tanaman baobab (Adansonia digitata).

 

 

Rumah Ibadah Multiagama ITERA

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memulai pembangunan Rumah Ibadah Multiagama (Rima) ITERA. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (grooundbreaking) yang dilakukan oleh Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc., Ph.D.,IPU., bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Drs. H. Juanda Naim, M.H., Rabu, 7 April 2021.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Umum dan Akademik ITERA drh. Sri Sulistiawati, M.M, Ketua Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan Dr. Rahayu Sulistyorini, S.T., M.T., Badan Pengelola Rima ITERA, perwakilan tokoh bimbingan masyarakat dari enam agama Kakanwil Kemenag Lampung, keluarga mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan ITERA, serta kontraktor.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Lampung, Drs. H. Juanda Naim, M.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan akan mendukung penuh pembangunan Rima ITERA. Juanda menilai, pembangunan Rima ITERA juga memberikan sumbangsih besar bagi kehidupan beragama di Provinsi Lampung serta menjadi simbol moderasi dalam kehidupan beragama di masyarakat. Meski masih berusia muda, inovasi yang dilakukan oleh ITERA disebut sangat luar biasa dalam menggaungkan toleransi antaragama.

Rumah Ibadah Multiagama yang dibangun ITERA sudah mencerminkan implementasi moderasi kehidupan beragama. Menjadi tanda masyarakat Lampung sebagai Indonesia mini sudah menerapkan moderasi beragama tersebut di kampus ITERA.