Dosen ITERA Ikuti Workshop Penulisan Populer Terkait SDGs

Dosen ITERA Ikuti Workshop Penulisan Populer Terkait SDGs

  • Post author:
  • Post category:Berita
Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS. Pusat Pembangunan Berkelanjuta (SDGs) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan Workshop Penulisan Populer bertemakan Memperkuat Kepakaran Dosen Dalam Pencapaian SDGs, yang diikuti sejumlah dosen dari berbagai program studi di ITERA, 9 – 10 Maret 2023. Dalam workshop yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Teraslampung.com Oyos Saroso HN., dan Kadiv Pemberitaan Lampung Post Abdul Gafur tersebut, para dosen menuangkan gagasan dalam pencapaian SDGs lewat sebuah tulisan populer.

Kepala Pusat Pembangunan Berkelanjutan ITERA Rinda Gusvita S.T.P., M.Sc., menyampaikan, melalui kegiatan tersebut, para dosen diharapkan dapat menuangkan gagasan sesuai kepakaran dalam karya populer, sehingga gagasan tersebut dapat membantu masyarakat luas. Selama ini Rinda menilai, para dosen cenderung terbatas menulis populer, dan lebih banyak menulis jurnal ilmiah yang terbatas diakses masyarakat.

Sementara dalam sesi pemaparan materi, Pimred Teras Lampung yang juga jurnalis senior Lampung, Oyos Saroso, membagikan pengalaman menulisnya yang diawali sejak bangku kuliah. Menurut Oyoa, penting bagi dosen untuk menulis dan menyelaraskan antara tulisan ilmiah dan tulisan populer.

“Gagasan akan lebih mudah ditulis jika seseorang memiliki literasi yang cukup dan bisa merangkumnya,” ujar Oyos.

Selain itu, penulis juga diminta menulis topik-topik yang tidak hanya sesuai dengan kepakaran, tetapi aktual. Dalam penjelasannya Oyos menyampaikan materi khususnya seputar membangun ide atau gagasan dalam penulisan. Tidak lupa, Oyos juga mengkaji tulisan dosen yang hadir dan mendiskusikannya.

Sementara, Kadiv Pemberitaan Lampung Post, Abdul Gafur dalam kesempatan tersebut secara rinci menjalsakan teknis dalam menulis Opini. Ago juga menyampaikan bahwa tulisan tersebut hendaknya mengandung unsur aktualitas (terbaru) demikian juga dengan argumen dan ide yang akan ingin disampaikan juga terbaru.

“Saya berharap para dosen harus tetap semangat dalam memperjuangkan opininya,” ujar Abdul Gafur.

Abdul Gafur juga menyapaikan bahwa ada beberapa ketentuan dalam penulisan opini, diantaranya jumlah karakter yang harus dipenuhi, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, pemilihan juduh hingga lead tulisan yang menarik. Dengan mengacu pada beberapa poin tersebut, menurut Abdul Gafur para dosen akan lebih mudah berorientasi pada tulisan populer yang dapat diterima oleh semua kalangan.

Reporter : Maria Gresia H (Sains Data)