Email: pusat@itera.ac.id/ | Telpon: (0721) 8030188
OAIL ITERA Akan Amati Gerhana Matahari Bersama Lembaga Astronomi Internasional

OAIL ITERA Akan Amati Gerhana Matahari Bersama Lembaga Astronomi Internasional

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS. Fenomena astronomi gerhana matahari  cincin diprediksi akan terjadi di sebagian wilayah Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Timur pada Minggu (21/6/2020). Untuk wilayah Indonesia tidak akan mengalami gerhana matahari cincin, akan tetapi hanya dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian dan tidak seluruh bagian wilayah Indonesia yang dapat melihatnya.

Di Indonesia gerhana matahari kali ini, bagian Matahari yang tertutup oleh Bulan bervariasi tergantung dari lokasi pengamatan. Mulai dari hampir 0% hingga 43 % di Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara yang menjadi lokasi pengamatan terbaik di Indonesia.

Di Provinsi Lampung, hanya sebagian daerah yang dapat mengamati gerhana matahari sebagian. Lokasi yang dapat menikmati fenomena ini antara lain di wilayah Lampung Utara, Terbanggi Besar (Lampung Tengah), Bandar Jaya (Lampung Tengah), Metro, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Lampung Timur. Untuk itu tim Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) berencana melakukan pengamatan dari daerah Kotabumi, Lampung Utara dengan gerhana yang diperkirakan hanya 0.03%.  Proses gerhana matahari sebagian akan berlangsung pada Minggu 21 Juni 2020, mulai pukul 14.57 WIB dan puncaknya terjadi pada pukul 15.07 WIB.

Dalam pengamatan kali ini, OAIL ITERA akan bergabung dalam pengamatan gerhana matahari bersama beberapa lembaga internasional yang dimotori oleh organisasi Apadilangit (Universe Awareness Malaysia) dan didukung oleh National Planetarium of Malaysia, Universe Awareness (Leiden University), dan National Outreach Coordinator IAU (NOC IAU). Dalam pengamatan bersama yang dilakukan secara dalam jaringan ini, para peneliti akan saling berbagi hasil pengamatan gerhana matahari secara streaming dari seluruh daerah kontributor meliputi Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand melalui Youtube dan Facebook.

“Untuk gerhana matahari sebagian 21 Juni 2020 kali ini, kami tidak dapat mengamatinya di Bandar Lampung. Oleh karena itu, UPT OAIL akan mengirim tim ekspedisi pengamatan gerhana matahari sebagian ke Kotabumi, Lampung Utara.”

Kepala UPT OAIL ITERA Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc.,menyampaikan OAIL telah melaksanakan berbagai kegiatan pengamatan fenomena astronomi sejak tahun 2017 termasuk fenomena gerhana. UPT OAIL berhasil melakukan Pengamatan Gerhana Matahari Sebagian pada 26 Desember 2019 yang lalu dan melakukan steraming melalui Youtube.

Khusus untuk gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 21 Juni 2020 di sebagian wilayah Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Timur. Di wilayah Indonesia tidak akan mengalami gerhana matahari cincin, masyarakat hanya dapat mengamati gerhana matahari sebagian.

“Untuk gerhana matahari sebagian 21 Juni 2020 kali ini, kami tidak dapat mengamatinya di Bandar Lampung. Oleh karena itu, UPT OAIL akan mengirim tim ekspedisi pengamatan gerhana matahari sebagian ke Kotabumi, Lampung Utara,” ujar Hakim.

Disiarkan Streaming

Berkaitan dengan adanya wabah Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia, sesuai protokol nasional, UPT OAIL tidak akan melaksanakan pengamatan untuk masyarakat umum. Kendati demikian, UPT OAIL melakukan streaming kondisi pengamatan melalui kanal YouTube UPT OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga melalui media sosial instagram: @oail.itera. Bagi masyarakat umum yang ingin memantau kondisi pengamatan, silahkan masuk melalui ke kedua platform tersebut.

Hakim menambahkan, masyarakat direkomendasikan jangan pernah menatap Matahari secara langsung dalam waktu yang lama, karena dapat mengakibatkan kerusakan jaringan pada mata. “Kami sangat merekomendasikan untuk menggunakan kacamata matahari bukan kacamata ryban atau sejenisnya, filter matahari, maupun kamera lubang jarum dalam pengamatan gerhana matahari. Jangan menggunakan kacamata las, disket, maupun lembaran x-ray karena masih kurang mengurangi intentistas cahaya matahari,”kata Hakim. [Humas]

Close Menu