You are currently viewing Teknik Biomedis Itera Kembangkan Plester Herbal dari Kunyit dan Sambiloto

Teknik Biomedis Itera Kembangkan Plester Herbal dari Kunyit dan Sambiloto

ITERA NEWS – Dosen Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengenalkan inovasi plester herbal berbahan tanaman lokal kepada masyarakat Desa Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pembuatan plester herbal sebagai alternatif perawatan luka mandiri.

Kegiatan bertajuk Pemberdayaan Kelompok Tani Desa Lugusari melalui Pelatihan Pembuatan Plester Herbal sebagai Alternatif Perawatan Luka Mandiri tersebut berkolaborasi dengan mahasiswa KKN-17 Rekognisi Teknik Biomedis Itera 2026. Kegiatan diikuti Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Lugusari dan dihadiri Kepala Desa Lugusari Adi Sutrisno.

Ketua tim PkM, Endah, M.Biotech., mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Teknik Biomedis melalui pemanfaatan bahan alam yang tersedia di lingkungan masyarakat.

“Pengembangan wound dressing menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Teknik Biomedis yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kami memanfaatkan biomaterial berbasis pati singkong dan potensi tanaman herbal lokal, yaitu kunyit, umbi dewa, dan sambiloto untuk mengenalkan alternatif produk perawatan luka yang dapat dikembangkan dari sumber daya di sekitar,” ujar Endah.

Kami memanfaatkan biomaterial berbasis pati singkong dan potensi tanaman herbal lokal, yaitu kunyit, umbi dewa, dan sambiloto untuk mengenalkan alternatif produk perawatan luka yang dapat dikembangkan dari sumber daya di sekitar

Dalam pelatihan, masyarakat terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai dasar perawatan luka dan pengenalan biomaterial. Tim PkM kemudian memperkenalkan potensi tanaman herbal lokal, seperti kunyit, umbi dewa, dan sambiloto, yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan plester herbal.

Peserta selanjutnya mengikuti praktik pembuatan plester herbal, mulai dari pengolahan bahan, formulasi, pencetakan, hingga pengemasan. Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan dosen dan mahasiswa KKN Teknik Biomedis Itera.

Selain keterampilan produksi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan selama proses pembuatan dan penyimpanan produk. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal pemanfaatan tanaman herbal, tetapi juga memahami aspek dasar dalam pengolahan produk berbasis biomaterial.

Untuk mendukung keberlanjutan program, alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan tersebut dihibahkan kepada Desa Lugusari. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan secara mandiri.

Kepala Desa Lugusari, Adi Sutrisno, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, program PkM Itera memberikan pengetahuan dan keterampilan baru sekaligus menyediakan sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat setelah kegiatan berakhir.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga meninggalkan alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk keberlanjutan kegiatan,” ujarnya. (Rilis/Humas)