You are currently viewing Itera Kembangkan AI Tourism Assistant untuk Perkuat Pariwisata Teluk Kiluan

Itera Kembangkan AI Tourism Assistant untuk Perkuat Pariwisata Teluk Kiluan

 

ITERA NEWS – Tim dosen Program Studi Sains Data Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkenalkan AI Tourism Assistant melalui platform SIGERCIV kepada masyarakat Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Pengenalan tersebut dilakukan melalui lokakarya bertajuk “Teman Perjalanan Wisata Teluk Kiluan: Pengembangan AI Tourism Assistant untuk Rekomendasi Itinerary dan Perencanaan Wisata di Teluk Kiluan” di Lamban Kuning, Minggu, 16 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didukung pendanaan Itera melalui Skema Hibah Program Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Kepakaran. Program yang diketuai Mika Alvionita Sitinjak, M.Si., tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat yang mendukung pengembangan pariwisata Desa Kiluan Negeri, mulai dari pengelola penginapan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), organisasi desa, hingga tokoh masyarakat.

Lokakarya dibuka oleh Koordinator Program Studi Sains Data Itera, Tirta Setiawan, S.Pd., M.Si., dan dipandu oleh Dimas Dwi Randa, M.Kom. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan SIGERCIV sebagai platform digital yang dirancang untuk membantu wisatawan memperoleh informasi sekaligus menyusun rencana perjalanan berdasarkan potensi wisata dan layanan yang tersedia di Desa Kiluan Negeri.

Peserta juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung penggunaan SIGERCIV melalui telepon seluler. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah “Ajukan Peran”, yang memungkinkan pengguna memilih peran sebagai wisatawan, pelaku usaha, atau organisasi. Melalui fitur berbasis Artificial Intelligence (AI), platform tersebut dapat memberikan rekomendasi perjalanan yang mencakup penginapan, layanan wisata, serta produk UMKM masyarakat setempat.

Dimas Dwi Randa mengatakan bahwa kemudahan penggunaan menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan platform tersebut.

“Kami merancang antarmuka pengguna atau user interface sesederhana dan senyaman mungkin. Harapannya, baik pengelola penginapan maupun wisatawan dari berbagai kelompok usia dapat menggunakan platform ini dengan mudah tanpa mengalami kendala teknis yang berarti,” ujarnya.

Dalam sesi praktik, pelaku usaha juga didampingi untuk membuat akun, melengkapi profil usaha, serta memasukkan informasi mengenai layanan yang tersedia, seperti tarif homestay, penyewaan perahu untuk wisata melihat lumba-lumba, dan produk UMKM lokal. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan informasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan dan relevansi informasi pariwisata di dalam platform.

Melalui kegiatan ini, SIGERCIV diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekosistem digital pariwisata di Desa Kiluan Negeri. Pemanfaatan teknologi AI dan sains data juga diharapkan dapat memperluas akses wisatawan terhadap informasi lokal sekaligus membantu memperkenalkan potensi wisata dan produk masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.

Program tersebut menjadi langkah awal penerapan teknologi AI dan sains data dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, dengan menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam proses transformasi digital pariwisata. (Rilis/Humas)