ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) menggelar Pelatihan dan Penyegaran Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) serta Sosialisasi Instrumen dan Teknis Pelaporan Tahun 2026 di Aula Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan tersebut ditujukan bagi auditor dan auditee di lingkungan Itera sebagai bagian dari pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Siklus IX Tahun 2026.
Kepala Pusat Penjaminan Mutu Itera, Dr. Handoyo, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya penguatan implementasi budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pelatihan dan penyegaran tersebut, peserta diharapkan dapat memahami mekanisme pelaksanaan SPMI dan AMI secara lebih komprehensif, termasuk terkait instrumen dan teknis pelaporan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa implementasi SPMI menjadi momentum penting bagi Itera dalam memperkuat budaya mutu institusi.
“Setelah beberapa tahun membangun fondasi institusi, Itera kini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan guna mendukung daya saing perguruan tinggi,” ujar Ir. Arif Rohman.
Setelah beberapa tahun membangun fondasi institusi, Itera kini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan guna mendukung daya saing perguruan tinggi
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dimoderatori Dr. Werry Febrianti, S.Pd., M.Si., dan disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., CIRR., CR. Materi membahas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai upaya peningkatan kapasitas mutu perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa SPMI merupakan rangkaian proses yang dilakukan secara sistematis untuk menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Implementasi SPMI dilakukan melalui siklus PPEPP, yakni Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar mutu pendidikan tinggi.
Selain itu, materi juga menyoroti pentingnya penguatan budaya mutu melalui evaluasi berkala, audit mutu internal, penerapan standar pendidikan tinggi yang terukur, hingga integrasi sistem digital dalam pelaksanaan SPMI dan AMI. Melalui kegiatan ini, Itera berharap seluruh unit kerja semakin memahami implementasi SPMI dan AMI serta mampu memperkuat tata kelola mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan menuju perguruan tinggi unggul.
Tim Liputan
Penulis : Muhammad Fauzi Zuhdy (PWK)
Fotografer : Dzaky Ardi Nugroho









