ITERA NEWS – Dosen Program Studi Teknik Sistem Energi Institut Teknologi Sumatera (Itera), Rishal Asri, S.T., M.Eng., Ph.D., menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) pengembangan informasi photovoltaic (PV) output bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat serta PT Pembangkit Listrik Jawa Bali Masdar Solar Energy (PMSE). Kegiatan berlangsung di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Dalam FGD tersebut, Rishal Asri memaparkan metode validasi output PLTS menggunakan data produksi energi surya dan data pendukung dari taman alat BMKG Itera. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan validitas dan akurasi model prediksi output energi surya.
Metode yang dikembangkan Itera diharapkan dapat meningkatkan validitas dan akurasi model prediksi output energi surya.
FGD berlangsung dalam tiga sesi. PMSE memaparkan metode forecasting untuk mengantisipasi fluktuasi produksi energi surya. Selanjutnya, Itera menjelaskan metode validasi output PLTS dengan memanfaatkan data produksi energi dan parameter meteorologi. Sementara itu, BMKG pusat mempresentasikan sistem informasi terpadu yang mengolah berbagai parameter cuaca, seperti kelembapan udara (humidity), radiasi matahari (solar radiance), dan suhu.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke PLTS Cirata untuk melihat sistem pemantauan dan pengendalian operasional pembangkit.
FGD ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi ketiga pihak melalui pengembangan model data PV output yang lebih valid dan akurat. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran metode mutakhir forecasting dan nowcasting, data luaran, tantangan prediksi, serta pengembangan sistem informasi yang dapat dimanfaatkan bersama. (Rilis/Humas)
