ITERA NEWS – Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) melatih kelompok perempuan Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, membuat filter air sederhana berbahan biochar ampas tebu. Pelatihan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini melibatkan kelompok Ragam Karya Tarahan (Rakata), Selasa, 3 November 2026, sebagai upaya mengenalkan teknologi pengolahan air sekaligus pemanfaatan limbah biomassa.
Kegiatan ini dilatarbelakangi hasil pemeriksaan kualitas air sumur masyarakat yang menunjukkan permasalahan kandungan besi (Fe) dan total padatan terlarut atau Total Dissolved Solids (TDS). Dari tiga sampel air yang diperiksa, dua titik memiliki kandungan Fe melampaui acuan kualitas air minum, sedangkan satu titik menunjukkan nilai TDS yang melebihi acuan.
Ketua tim PkM Itera, Ir. M. Akbari Danasla, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa tim memperkenalkan biochar dari limbah ampas tebu sebagai bahan filter air sederhana. Inovasi ini didukung penelitian yang menunjukkan potensi biochar ampas tebu dalam menurunkan nilai TDS serta kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air asam tambang.
Kegiatan ini dilatarbelakangi hasil pemeriksaan kualitas air sumur masyarakat yang menunjukkan permasalahan kandungan besi (Fe) dan total padatan terlarut atau Total Dissolved Solids (TDS)
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemanfaatan ampas tebu, praktik pembuatan filter, serta demonstrasi pengujian sampel air menggunakan instrumen. Kegiatan ini sekaligus memberikan pemahaman bahwa kualitas air perlu diperiksa secara terukur, bukan hanya berdasarkan warna, bau, dan rasa.
Akbari mengatakan kegiatan ini merupakan tahap awal pengembangan filter air berbahan biochar ampas tebu untuk menjawab permasalahan lingkungan di Desa Tarahan.
“Ini merupakan pembuatan filter air tahap pertama. Ke depannya, kami berharap filter ini mampu terus dikembangkan sehingga dapat diimplementasikan secara optimal di Desa Tarahan. Kami juga berharap kehadiran Itera Berdampak mampu memberikan solusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan yang ada di Desa Tarahan,” ujar Akbari.
Alternatif Solusi
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Kelompok Rakata, Juwariyah, A.Md., mengapresiasi pelatihan tersebut karena memberikan pengetahuan dan alternatif solusi terkait persoalan kualitas air. Juwariyah berharap kerja sama ini terus berlanjut dan Itera dapat membantu kami dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Desa Tarahan melalui inovasi dan keilmuan.
Sebagai tindak lanjut, tim PkM Itera menyerahkan 10 unit filter air kepada perwakilan masyarakat, Juwariyah dan Amrin Salam. Penyerahan ini menjadi langkah awal pengenalan teknologi filter berbahan biochar ampas tebu kepada masyarakat.
PkM ini turut melibatkan dosen Itera Divia Lestari, S.T., M.T., Alfath Zain, S.T., M.Eng., dan Rully Ernando, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Pertambangan, serta Indah Yusliga Sari, S.Si., M.T. dari Program Studi Teknik Lingkungan. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Bariq Rizky Mubarak, Helfreydo Sitorus, Silvia Sidauruk, dan Hilmi Ramadhani dari Program Studi Teknik Pertambangan dan Teknologi Pangan. (Rilis/Humas)

