ITERA NEWS-Institut Teknologi Sumatera (Itera) melatih anggota Kelompok Tani Karya Makmur di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, memanfaatkan kemasan plastik bekas sebagai wadah budidaya tanaman di lahan terbatas. Pelatihan yang digelar pada Sabtu, 31 Oktober 2026, ini memadukan edukasi pemilahan sampah dengan praktik urban farming untuk mendorong pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah rumah tangga secara produktif.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Keilmuan (KK) Material Maju dan Rekayasa Pemrosesan Itera melalui pendanaan skema Kelompok Keilmuan. Ketua tim PkM, Frida Yassar Maula, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang karakteristik plastik agar dapat memilah dan memanfaatkannya kembali sesuai jenis serta peruntukannya.
Menurut Frida, pemahaman terhadap jenis plastik menjadi dasar penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Karena itu, peserta terlebih dahulu mendapat edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta pengenalan lima jenis plastik yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan melalui praktik urban farming sederhana. Peserta memanfaatkan kemasan plastik pascakonsumsi yang masih layak digunakan sebagai wadah tanam. Dengan media tanam yang telah disiapkan, mereka belajar membudidayakan tanaman di pekarangan maupun ruang terbatas sekitar rumah.
Kelima jenis plastik tersebut meliputi polyethylene terephthalate (PET), high-density polyethylene (HDPE), polyvinyl chloride (PVC), low-density polyethylene (LDPE), dan polypropylene (PP). Peserta mempelajari karakteristik, fungsi, dan perbedaan penggunaan setiap jenis plastik, termasuk kesesuaiannya sebagai kemasan makanan dan minuman.
Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan melalui praktik urban farming sederhana. Peserta memanfaatkan kemasan plastik pascakonsumsi yang masih layak digunakan sebagai wadah tanam. Dengan media tanam yang telah disiapkan, mereka belajar membudidayakan tanaman di pekarangan maupun ruang terbatas sekitar rumah.
Ketua Kelompok Tani Karya Makmur, Slamet Riyadi, bersama anggota kelompok tani, Bambang, menyambut baik pelatihan tersebut. Kegiatan ini dinilai memberikan pengetahuan praktis tentang pemilahan sampah sekaligus alternatif pemanfaatan kemasan plastik untuk mendukung kegiatan produktif rumah tangga.
Selain Frida, tim PkM Itera terdiri atas Harmiansyah, S.T., M.T., Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., dan Quratul Aini, S.Si., M.T. Kegiatan ini turut melibatkan anggota kelompok tani dan masyarakat setempat.
Melalui pelatihan ini, Itera mendorong penerapan pengetahuan material dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pemanfaatan kembali kemasan plastik diharapkan dapat membantu mengurangi timbulan sampah sekaligus mengembangkan budidaya tanaman secara mandiri dan berkelanjutan. (Rilis/Humas)

