You are currently viewing Prodi Teknik Kimia Itera Kenalkan Teknologi Pengolahan Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar

Prodi Teknik Kimia Itera Kenalkan Teknologi Pengolahan Limbah Plastik Jadi Bahan Bakar

 

ITERA NEWS – Tim Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengenalkan teknologi pirolisis untuk mengolah limbah plastik menjadi produk hidrokarbon yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Teknologi tersebut diperkenalkan kepada siswa SMK Negeri Unggul Terpadu Anak Tuha, Lampung Tengah, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Rabu, 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan limbah plastik, khususnya jenis low-density polyethylene (LDPE), melalui penerapan teknologi yang bernilai guna dan berwawasan lingkungan.

Tim PkM yang diketuai Damayanti, S.T., M.Sc., diterima langsung oleh Kepala SMK Negeri Unggul Terpadu Anak Tuha, Wihan Afriono, S.T., M.Pd. Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan prinsip pirolisis, yaitu proses penguraian material melalui pemanasan tanpa oksigen atau dengan kadar oksigen yang sangat terbatas untuk menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan prinsip pirolisis, yaitu proses penguraian material melalui pemanasan tanpa oksigen atau dengan kadar oksigen yang sangat terbatas untuk menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut.

Damayanti menjelaskan bahwa materi juga mencakup proses fraksionasi minyak hasil pirolisis berdasarkan perbedaan titik didih komponen hidrokarbon. Melalui proses ini, minyak dapat dipisahkan menjadi fraksi ringan, menengah, dan berat. Fraksi menengah dengan rentang titik didih sekitar 150–350 °C mencakup kelompok hidrokarbon yang berkaitan dengan produk seperti kerosin dan solar atau diesel.

Selain mempelajari prinsip pengolahan, siswa diperkenalkan dengan pengujian distilasi ASTM D86 untuk mengetahui karakteristik penguapan minyak hasil pirolisis. Berdasarkan data pengujian yang dipaparkan, minyak pirolisis LDPE menunjukkan karakteristik penguapan yang sebagian berada dalam rentang fraksi bahan bakar diesel, dengan suhu pengujian yang dilaporkan berkisar antara 148 °C hingga 596 °C.

“Melalui pengenalan teknologi ini, siswa diharapkan memahami penerapan ilmu Teknik Kimia dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan limbah plastik,” ujar Damayanti. Kegiatan ini sekaligus memberikan wawasan mengenai rekayasa proses dan potensi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.

Kepala SMK Negeri Unggul Terpadu Anak Tuha, Wihan Afriono, S.T., M.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama dengan Program Studi Teknik Kimia Itera dapat memperluas wawasan siswa serta menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. (Rilis/Humas)