ITERA NEWS-Mahasiswa Program Studi Teknik Kelautan, Institut Teknologi Sumatera (Itera), meraih hibah pendanaan Marine Innovation Week 2026 melalui inovasi PESISIR ECO-PAVE. Program ini menggabungkan pengolahan sampah plastik menjadi paving block berbahan plastik dan pasir dengan pemberdayaan pemuda pesisir di Lampung. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Kongres IV Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Musyawarah Nasional (Munas) XV Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
Tim yang diketuai Aqsha Khaylla Riquelle ini beranggotakan Nabil Mursyid Akmal, Muhammad Iqbal Surya Panang, dan Rayn Renville Rizanu, dengan dosen pembimbing Ulil Amri, S.Pi., M.Si. Inovasi tersebut dikembangkan melalui program bertajuk “Pemberdayaan Pemuda Pesisir melalui Sistem Pengelolaan Sampah Plastik dan Pelatihan Pembuatan Paving Block Berbasis Uji Mutu di Lampung”, yang berfokus pada pemanfaatan limbah sekaligus peningkatan keterampilan masyarakat.
Melalui PESISIR ECO-PAVE, tim merancang pengolahan sampah plastik menjadi produk yang berpotensi dimanfaatkan kembali. Pelaksanaannya mencakup edukasi pemilahan sampah, pelatihan pengolahan plastik, pembuatan prototipe paving block, serta pengujian mutu material untuk mengevaluasi kualitas dan batas pemanfaatan produk.
Ketua tim, Aqsha Khaylla Riquelle, mengatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan alternatif pemanfaatan sampah plastik, tetapi juga membekali pemuda pesisir dengan keterampilan pengelolaan limbah.
“Melalui PESISIR ECO-PAVE, kami ingin mengajak pemuda pesisir melihat sampah plastik sebagai bahan yang berpotensi dimanfaatkan kembali. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan keterampilan baru sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Aqsha.
“Melalui PESISIR ECO-PAVE, kami ingin mengajak pemuda pesisir melihat sampah plastik sebagai bahan yang berpotensi dimanfaatkan kembali. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan keterampilan baru sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Aqsha.
Untuk memastikan inovasi tersebut memiliki dasar teknis yang memadai, pengujian mutu menjadi salah satu bagian penting dalam program. Dosen pembimbing, Ulil Amri, S.Pi., M.Si., menekankan bahwa pengembangan produk perlu mempertimbangkan kualitas, keamanan, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat.
“Inovasi yang baik harus sederhana, aman, dan memungkinkan untuk diterapkan. Kami mendorong mahasiswa agar tidak hanya menghasilkan prototipe, tetapi juga melakukan pengujian mutu untuk mengetahui kualitas serta batas pemanfaatan produk. Dengan demikian, kegiatan ini memiliki dasar teknis yang jelas dan dapat dikembangkan secara bertahap,” jelas Ulil.
Setelah memperoleh pendanaan, tim akan melaksanakan rangkaian kegiatan berupa pelatihan pengelolaan sampah, pembuatan prototipe, pencatatan volume sampah plastik yang diolah, dan pengujian mutu material. Hasil kegiatan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk mengembangkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat pesisir Lampung.
Melalui program ini, mahasiswa Teknik Kelautan Itera berupaya mengintegrasikan ilmu rekayasa dengan inovasi pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat. Sejalan dengan tema Munas XV HIMITEKINDO, “Laut Berdaya, Ekonomi Berdaulat”, PESISIR ECO-PAVE diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan solusi pengelolaan sampah yang aplikatif dan berkelanjutan di wilayah pesisir. (Rilis/Humas)
