ITERA NEWS-Dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) melatih masyarakat Desa Wawasan, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, mengolah daging sapi menjadi sosis dan memasarkan produk secara digital. Pelatihan yang dilaksanakan pada 24 Oktober 2026 ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha pangan berbasis potensi peternakan lokal.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Inovasi Produk Sosis Sapi Berbasis Potensi Lokal Desa Wawasan Lampung Selatan” ini dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian dan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Itera.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari proses pembuatan sosis sapi skala rumah tangga, mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi adonan, pencetakan, hingga pemasakan. Peserta juga mendapatkan materi pengembangan usaha, meliputi penentuan harga, pengemasan, promosi, dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Ketua tim PkM, Noveliska Br Sembiring, S.TP., M.Sc., mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah potensi peternakan lokal menjadi produk pangan bernilai tambah, tetapi juga memperkenalkan strategi pemasaran digital untuk mendukung pengembangan usaha.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengolah potensi peternakan lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar. Tidak hanya keterampilan membuat sosis sapi, peserta juga dibekali pengetahuan pemasaran digital agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen lebih luas. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Noveliska.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengolah potensi peternakan lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar. Tidak hanya keterampilan membuat sosis sapi, peserta juga dibekali pengetahuan pemasaran digital agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen lebih luas. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Noveliska.
Untuk mendukung pemasaran produk, tim memperkenalkan pemanfaatan WhatsApp Business, Instagram, TikTok, dan lokapasar (marketplace). Berbagai platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk dan menjangkau calon konsumen secara lebih luas.
Kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Wawasan, khususnya kelompok perempuan dan pelaku usaha lokal, serta melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kepala Desa Wawasan, Sutoyo, mengapresiasi kontribusi Itera dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Kepala KDMP Desa Wawasan, Sugeng, berperan sebagai narahubung dan mitra koordinasi kegiatan.
Perwakilan tim Itera, Dr. Aditya Wahyu Nugraha, S.T.P., M.Si., menekankan pentingnya inovasi dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong pemanfaatan potensi peternakan lokal secara lebih produktif.
Kegiatan ini didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Itera Tahun Anggaran 2026 dalam skema Penguatan Kelompok Keilmuan.
Tim PkM diketuai oleh Noveliska Br Sembiring, S.TP., M.Sc., dengan anggota Martasari Beti Pangestuti, S.T., M.T.; Refika Melina Putri, S.T.P., M.Sc.; Teny Sylvia, S.T.P., M.Sc.; Wilda Harlia Devita, S.TP., M.Si.; Dr. Aditya Wahyu Nugraha, S.T.P., M.Si.; Ulfah Izdihar, S.T.P., M.Sc.; Radya Yogautami, S.TP., M.T.P.; serta Andhyka Tyaz Nugraha, S.P., M.Si., Ph.D. Adapun pemateri dalam kegiatan ini ialah Noveliska Br Sembiring, Refika Melina Putri, dan Andhyka Tyaz Nugraha.
Melalui pelatihan ini, Itera berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha mikro berbasis potensi peternakan lokal. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, koperasi, dan masyarakat diharapkan turut memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan. (Rilis/Humas)
