ITERA NEWS – Tim dosen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyerahkan dokumen rancangan desain Masjid Baitun Nur kepada panitia pembangunan di Kelurahan Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menjadi bagian dari implementasi program Kampus Berdampak melalui penerapan keilmuan arsitektur untuk mendukung pembangunan fasilitas ibadah yang fungsional dan berkelanjutan.
Program PkM diketuai Ketua Program Studi Arsitektur Itera, Ir. Guruh Kristiadi Kurniawan, S.T., M.T., bersama Ar. Yurim Hatamaiya Setyorini, S.T., M.T., Nindita Kresna Murti, S.T., M.Ars., Rabita Akbari Sitompul, S.T., M.Ars.L., Dr. Eng. Ar. Ir. Rensy Perdana Khidmat, S.Pd., M.Eng., Rizkiyanita Bintang, S.Ars., M.Ars., dan Fasha Nurliansyah Mahendra, S.Ars., M.Ars. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Arsitektur Itera, Ivan Bellamy Pasianus dan Aditya Alkhairi, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman di tengah masyarakat.
Selain menyusun dokumen perencanaan berupa gambar arsitektur dua dimensi dan model tiga dimensi, tim dosen juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan sebelum pembangunan dimulai. Perencanaan yang matang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan pembangunan sekaligus menghasilkan bangunan yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Perencanaan yang matang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan pembangunan sekaligus menghasilkan bangunan yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketua tim PkM, Ir. Guruh Kristiadi Kurniawan, S.T., M.T., mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat melalui penerapan ilmu arsitektur.
“Sebagai institusi pendidikan, kami tidak hanya berperan menghasilkan penelitian dan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui penerapan ilmu arsitektur. Perancangan Masjid Baitun Nur diharapkan dapat menjadi acuan dalam proses pembangunan sehingga menghasilkan fasilitas ibadah yang representatif dan mampu mendukung berbagai aktivitas masyarakat,” ujar Guruh.
Dokumen perancangan diserahkan kepada Ketua Pembangunan Masjid Baitun Nur, Hasan Hidayat, untuk menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan secara bertahap. Melalui kegiatan ini, Program Studi Arsitektur Itera memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen menghadirkan program Kampus Berdampak yang memberi manfaat nyata bagi pembangunan daerah. (Rilis/Humas)


