Warga Antusias Amati Gerhana Matahari di ITERA

Warga Antusias Amati Gerhana Matahari di ITERA

Print Friendly, PDF & Email

1 (2)562349710 (2)

ITERA NEWS–Pengamatan gerhana matahari di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Rabu (9/3), mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ratusan orang yang terdiri dari pejabat, mahasiswa, siswa, serta masyarakat umum lainnya memadati kampus ITERA sejak pukul 06.00.
Di antara tamu undangan, hadir Sekprov Lampung Arinal Djunaidi, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., Ketua MUI Lampung Mawardi A.S., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Heri Suliyanto, perwakilan DPRD Lampung, dan lainnya.
Pada kegiatan ini, peserta yang dipandu Tim Observatorium Boscha mengamati gerhana matahari mulai pukul 06.20 melalui teleskop secara bergantian, melihat layar televisi yang disiapkan, serta melalui kaca mata khusus gerhana.
Gerhana matahari mencapai puncaknya sekitar pukul 07.30. Meskipun tidak total, sebagian besar matahari tampak tertutup bulan hingga sinarnya memancar menyerupai bulan sabit. Setelah pengamatan gerhana usai, peserta mengikuti Salat Gerhana secara berjamaah yang dipimpin Dr. Jayusman, M.Si.
Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi kegiatan ini. Menurut dia, pengamatan gerhana matahari total ini menjadi salah satu media pembelajaran tentang fenomena alam semesta bagi mahasiswa dan masyarakat awam. ITERA, kata Arinal, dengan segala kegiatan dan progress pembangunannya bakal menjadi percontohan di Sumatera dan kebanggaan Indonesia.
Wakil Rektor ITERA Bidang Non Akademik Prof. Dr. Ing. Mitra Djamal menjelaskan kegiatan pengamatan gerhana matahari ini digelar demi meningkatkan pemahaman pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum tentang gerhana matahari. Dulu, kata Mitra, gerhana matahari terkesan menakutkan dan banyak orang bersembunyi di dalam rumah saat gerhana. Padahal, gerhana matahari merupakan fenomena alam yang menandakan masih adanya keteraturan di alam semesta. “Kami bersyukur karena meskipun gerhana matahari yang terjadi tidak total yakni sekitar 92 persen, antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikannya cukup tinggi. Dengan acara ini, masyarakat jadi lebih bisa memahami mengapa gerhana bisa terjadi,” jelas Mitra.

Tinggalkan Balasan