ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar Workshop Peningkatan Kualitas Keterbukaan Informasi Publik untuk memperkuat pengelolaan layanan informasi kepada masyarakat. Kegiatan menghadirkan Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan dan Tata Kelola Komisi Informasi Pusat RI Dery Hendryan, S.H., S.IP., M.H., C.Med., Sp.AP., Kes., serta Asisten Ahli Bidang Kelembagaan Komisi Informasi Pusat Reno Bima Yudha, S.A.B., di Gedung Training Center Itera, 21 – 22 September 2026.
Workshop tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera sekaligus Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han), Ph.D.
Dalam pemaparannya, Dery membawakan materi “Dampak Kualitas Layanan Informasi terhadap Pemenuhan Kepentingan Masyarakat”. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik bagi tim layanan informasi di lingkungan Itera. Menurut dia, pengelolaan informasi publik tidak hanya mengacu pada regulasi tentang keterbukaan informasi, tetapi juga berkaitan dengan sejumlah peraturan lain, termasuk ketentuan mengenai perlindungan data pribadi dan perbankan.
Keterbukaan informasi tidak semestinya berhenti pada pemenuhan indikator kepatuhan. Layanan informasi juga perlu memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat serta pemangku kepentingan.
Selain regulasi, Dery memaparkan hasil evaluasi dan tahapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2026. Monev menjadi instrumen untuk mengukur kepatuhan badan publik dalam menjalankan ketentuan keterbukaan informasi.
Namun, menurut Dery, keterbukaan informasi tidak semestinya berhenti pada pemenuhan indikator kepatuhan. Layanan informasi juga perlu memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat serta pemangku kepentingan. Karena itu, penguatan kapasitas petugas layanan informasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Itera.
Melalui workshop tersebut, Itera mendorong petugas layanan informasi, termasuk petugas front desk, untuk memberikan layanan secara profesional, ramah, dan nondiskriminatif. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan informasi publik sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi bagi masyarakat.
Tim Liputan
Reporter : Najwah Afifah Salsabila (Perencanaan Wilayah dan Kota)
Fotografer : Muhammad Arwecendo Edison, Raffi Akbar Nugraha (Teknik Informatika)










