ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Fakultas Sains berkolaborasi dengan Dewan Energi Nasional menyelenggarakan sosialisasi kebijakan energi kepada sivitas akedemika Itera, dan para pemangku kepentingan, di Aula GKU 2 Itera, Senin, 26 Juni 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri anggota Dewan Energi Nasional, Dr. Ir. Surono,DEA.,IPU. Acara ini bertujuan menyamakan pandangan antara pemerintah, perguruan tingggi, serta industri mengenai pembangunan energi berkelanjutan khususnya di Provinsi Lampung.
Turut hadir, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Ir. Arif Rohman, Ph.D., Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Lampung, Ir. Budhi Darmawan, ST., MT., Dekan Fakultas Sains, Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, S.Si., M.Si., Guru Besar di bidang mitigasi bencana Itera sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Prof. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D., perwakilan Majlis Riset Daerah Lampung, jajaran dekan dan kepala lembaga, serta perwakilan BUMN dan Industri.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi pelaksanaan acara dalam rangka sinergitas penguatan energi antara nasional dan daerah. “Melalui sosialisasi ini diharapkan lahir masukan terkait dengan pengembangan energi, Itera siap berkontribusi dalam kemandirian energi dengan menyiapkan sumber daya manusia,” ujarnya Arif Rohman, Ph.D. Ia juga menekankan bahwa seluruh perguruan tinggi di Lampung memiliki kelompok riset energi, diharapkan menjadi kerja sama antar institusi dalam rangka menyajikan kebijakan daerah yang berkelanjutan.
Melalui sosialisasi ini diharapkan lahir masukan terkait dengan pengembangan energi, Itera siap berkontribusi dalam kemandirian energi dengan menyiapkan sumber daya manusia
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Lampung, Ir. Budhi Darmawan, ST., MT. mewakili Gubernur Lampung, menyampaikan apresiasi kepada Itera karena acara ini hadir sebagai langkah dalam membangun sektor energi yang berkelanjutan. “Lampung memiliki potensi energi yang harus dimanfaatkan agar terciptanya ketahanan energi, mulai dari biomassa, geothermal, bioethanol, bahkan pembangkit listrik tenaga sampah, Oleh karena itu, tema ini sangat relevan karena adanya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan industri”ujar Ir. Budi Darmawan. Ia juga menyampaikan peran ahli dan peneliti Itera merupakan potensi positif dalam mengkaji peluang pengembangan energi di Provinsi Lampung.
Sementara Dr. Ir. Surono,DEA.,IPU. dalam sesi materi memaparkan bahwa kebijakan energi Indonesia kedepan akan berfokus pada transisi energi yang sudah beradaptasi dengan perubahan iklim sehingga pada 2030 diharapkan 70% sudah memiliki energi bersih. Ketahanan energi nasional tidak akan tercipta jika tidak ada ketahanan energi daerah.
“Biomassa turut menjadi peluang karena adanya urgensi energi bahan bakar fosil, Lampung dengan komoditas singkong dan geothermal punya potensi yang sangat besar,”ujar Dr. Surono.
Pada sesi materi kedua, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPMPP) Itera, Dr. Muhammad Fatikul Arif, M.Sc., meyampaikan kemajuan riset energi dan material di Itera. “Itera memiliki IWACHI sebagai pusat pengelolaan sampah kampus, tak hanya itu, terdapat berbagai penelitian mengenai energi dalam bidang energi surya, geothermal, biomassa, penyimpanan energi, serta sistem tenaga, yang mengkaji potensi energi berkelanjutan,”ujar Dr. Fatikul Arif. Ia turut menyampaikan bahwa Itera juga aktif dalam memberikan edukasi energi kepada masyarakat melalui PkM dan KKN, serta pengembangan sumber daya manusia melalui 21 program studi yang berkaitan energi.
Tim Liputan
Penulis : Andre Ramadhani (Teknik Material)
Fotografer : Arfan Ismail








