ITERA NEWS — Program Studi Fisika Institut Teknologi Sumatera (Itera) membahas peran strategis instrumentasi dalam menjawab kebutuhan industri modern melalui Studium Generale (SG) Fisika Series #1 yang digelar secara daring, Rabu, 29 April 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi instrumentasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Drs. Maman Budiman, M.Eng., Ph.D.
Studium generale diikuti mahasiswa, dosen, dan peserta umum dari berbagai bidang keilmuan. Diskusi menyoroti bagaimana ilmu fisika, khususnya instrumentasi, berkembang menjadi penghubung antara riset sains dan kebutuhan industri berbasis teknologi.
Dekan Fakultas Sains Itera, Dr. Ikah Ning P. Permanasari, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami perkembangan teknologi industri secara langsung dari praktisi dan akademisi yang berpengalaman.
Ia menyebutkan, penguatan kompetensi menjadi penting seiring dorongan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi agar program studi mampu menjawab kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing lulusan.
Penguatan kompetensi menjadi penting seiring dorongan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi agar program studi mampu menjawab kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing lulusan.
Dalam pemaparannya, Maman Budiman menjelaskan bahwa lulusan fisika memiliki peluang besar di sektor industri karena dibekali kemampuan pengukuran, analisis data, dan integrasi sistem digital. Menurut dia, kebutuhan industri saat ini semakin bergeser pada sistem berbasis data real-time dan otomasi. “Fisika tidak hanya berbicara teori, tetapi bagaimana data dari lapangan dapat diolah menjadi sistem yang mendukung pengambilan keputusan industri,” ujar Drs. Maman Budiman.
Ia turut membagikan pengalaman pengembangan laboratorium Internet of Things (IoT) yang dirintis sejak 2010. Pengembangan teknologi tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam mendukung efisiensi industri melalui sistem pemantauan dan kendali otomatis.
Dalam diskusi, peserta juga diajak melihat penerapan instrumentasi pada berbagai bidang, seperti smart farming, pengolahan air, keselamatan industri, hingga sistem energi cerdas.
Maman menegaskan, instrumentasi memiliki peran penting dalam transformasi teknologi karena menjadi dasar dalam menghasilkan data yang akurat. “Sains memahami alam, sedangkan instrumentasi memungkinkan kita mengendalikan alam. Dari pengukuran yang akurat, teknologi masa depan dapat diwujudkan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Prodi Fisika Itera mendorong penguatan wawasan mahasiswa mengenai keterkaitan sains dan industri, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan teknologi berbasis kebutuhan masyarakat dan industri. (Rilis/Humas)


