Menjawab Krisis Energi, Teknik Kimia Itera Dorong Solusi Energi dari Sampah

Menjawab Krisis Energi, Teknik Kimia Itera Dorong Solusi Energi dari Sampah

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus memperkuat perannya dalam pengembangan solusi energi berkelanjutan melalui kegiatan akademik yang aplikatif. Salah satunya diwujudkan lewat kuliah tamu bertajuk “Waste to Energy: Belajar dari Rencana Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia” yang digelar, Kamis, 23 April 2026, di Aula Gedung C Itera.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ir. Ni Nyoman Nepi Marlena, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. dari Universitas Gadjah Mada serta Drs. Junaedi Rahmad, M.H. dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung. Diskusi dipandu oleh Andri Sanjaya, S.T., M.Eng.

Perwakilan dosen Teknik Kimia Itera, Ir. Mustapa, M.T., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya prodi dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik di lapangan. Ia menyebut, konsep waste to energy merupakan salah satu pendekatan strategis dalam menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung transisi energi bersih di Indonesia.

Penguatan wawasan terkait waste to energy diharapkan mampu mendorong mahasiswa berkontribusi dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah yang inovatif dan berkelanjutan di masa depan.

Dalam pemaparannya, Ir. Ni Nyoman Nepi Marlena menjelaskan perkembangan rencana pembangunan PSEL di berbagai daerah, termasuk tantangan teknis dan kebutuhan integrasi antara teknologi dan kebijakan publik. Menurutnya, keberhasilan implementasi PSEL sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari perencanaan teknologi hingga dukungan regulasi.

Sementara itu, Drs. Junaedi Rahmad memaparkan pengalaman Pemerintah Provinsi Lampung dalam merancang strategi pengelolaan sampah berbasis energi. Ia menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur, dukungan masyarakat, serta kebijakan daerah dalam mendorong realisasi fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Kuliah tamu ini diikuti mahasiswa, dosen, dan praktisi di bidang teknik dan lingkungan. Diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu pengelolaan sampah dan energi terbarukan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Kimia Itera menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan industri dan lingkungan. Penguatan wawasan terkait waste to energy diharapkan mampu mendorong mahasiswa berkontribusi dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah yang inovatif dan berkelanjutan di masa depan. (Rilis/Humas)