ITERA NEWS — Tim dosen Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Sumatera (Itera) mendampingi masyarakat dalam merancang pembangunan Masjid Fatimah Zahro di Palapa 10, Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung. Pendampingan dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai upaya membantu warga menghadirkan sarana ibadah yang lebih nyaman, tertata, dan sesuai kebutuhan jamaah.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 27 April 2026 itu dipimpin Muhamad Shoful Ulum, S.T., M.T., bersama tim dosen Adelia Enjelina Matondang, S.T., M.T., Muh. Abdi Danurja Rahman Aziz, S.T., M.R.K., Dr. Muhammad Zainal Ibad, S.T., M.T., Ir. Jamaludin, S.T., M.Sc., Galuh Fajarwati, S.T., M.Ars., serta M.Luqmanul Hakim Habibie, M.Pd.I. Tim melakukan pendampingan mulai dari identifikasi kebutuhan ruang, analisis kondisi bangunan eksisting, hingga penyusunan konsep desain masjid.
Dalam kegiatan tersebut, tim tidak hanya menyusun desain bangunan, tetapi juga berdiskusi langsung dengan pengurus masjid dan masyarakat untuk memetakan kebutuhan ruang dan arah pengembangan masjid ke depan.
Pendampingan diawali dengan identifikasi kondisi bangunan eksisting, analisis tapak, hingga penyusunan konsep desain yang menyesuaikan aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat sekitar.
Ketua tim PKM, Muhamad Shoful Ulum, mengatakan pengabdian tersebut menjadi bentuk kontribusi keilmuan arsitektur dalam membantu masyarakat memperoleh fasilitas ibadah yang lebih layak dan nyaman digunakan.
Kami berupaya menghadirkan desain yang tidak hanya baik secara visual, tetapi juga fungsional untuk kebutuhan masyaraka.
“Perencanaan masjid perlu mempertimbangkan kenyamanan jamaah, mulai dari sirkulasi ruang, pencahayaan, hingga penghawaan alami. Karena itu, kami berupaya menghadirkan desain yang tidak hanya baik secara visual, tetapi juga fungsional untuk kebutuhan masyarakat,” ujar dia.
Dari hasil pendampingan, tim dosen menyusun dokumen rancangan teknis berupa desain dua lantai masjid. Lantai pertama difokuskan untuk ruang salat utama jamaah pria dengan akses sirkulasi dan area wudhu yang lebih tertata. Adapun lantai kedua dirancang sebagai ruang salat jamaah perempuan sekaligus area multifungsi untuk kegiatan keagamaan dan sosial warga.
Tim juga menerapkan konsep void antar lantai untuk meningkatkan sirkulasi udara alami dan pencahayaan di dalam bangunan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang ibadah yang lebih sejuk dan nyaman bagi jamaah.
Ketua Pengurus Masjid Fatimah Zahro, H. Hutamrin, S.H., M.H., mengapresiasi pendampingan yang dilakukan tim dosen Itera. Menurut dia, masyarakat memperoleh pemahaman lebih baik mengenai pentingnya perencanaan pembangunan masjid yang matang dan terstruktur.
Ia berharap rancangan yang telah disusun dapat menjadi acuan pembangunan masjid secara bertahap sehingga keberadaan masjid nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, dosen Itera mendorong penerapan ilmu arsitektur yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi nyata bagi lingkungan sekitar. (Rilis/Humas)


