You are currently viewing Dosen Itera Terlibat dalam Penataan Infrastruktur Mitigasi Konflik Gajah di Way Kambas

Dosen Itera Terlibat dalam Penataan Infrastruktur Mitigasi Konflik Gajah di Way Kambas

ITERA NEWS – Dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (Itera), Ir. Muhammad Abi Berkah Nadi, S.T., M.T., terlibat sebagai tenaga ahli konsultan pengawas dalam program mitigasi dan penanganan interaksi negatif gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Abi Berkah mendapat tanggung jawab pada bidang infrastruktur dan konstruksi, termasuk pembangunan jalan serta pengendalian mutu pekerjaan. Ia bersama tim mengawasi pelaksanaan pembangunan agar sesuai dengan spesifikasi teknis, volume, biaya, dan waktu yang ditetapkan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Komite Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di TNWK yang dipimpin Brigadir Jenderal TNI Sriyanto, M.I.R., M.A.

Dalam pelaksanaannya, Abi Berkah bekerja bersama tim tenaga ahli konsultan pengawas yang dipimpin Dr. Ir. Edison Manurung, dosen Universitas Mpu Tantular, dan Ir. Mulyono yang menangani bidang sumber daya air. Tim tersebut melakukan pengawasan teknis infrastruktur, pengendalian mutu dan waktu, serta evaluasi dampak lingkungan.

Abi Berkah mengatakan keterlibatannya dalam program tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan keahlian teknik sipil pada persoalan yang bersinggungan langsung dengan kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. “Saya berharap keahlian yang diberikan dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang tepat dan memberi manfaat bagi kawasan Taman Nasional Way Kambas serta masyarakat di sekitarnya,” ujar Abi Berkah.

Saya berharap keahlian yang diberikan dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang tepat dan memberi manfaat bagi kawasan Taman Nasional Way Kambas serta masyarakat di sekitarnya

Selain mengawasi pekerjaan di lapangan, ia bertanggung jawab mengevaluasi kemajuan pembangunan, menyusun laporan berkala, memverifikasi dokumen pekerjaan, serta mengikuti rapat koordinasi dengan pemilik proyek dan kontraktor.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur dalam program mitigasi konflik gajah-manusia perlu memperhatikan kondisi kawasan dan dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu, pengawasan tidak hanya berfokus pada penyelesaian fisik pekerjaan, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Keterlibatan dosen Itera dalam program tersebut diharapkan turut memperkuat penerapan keilmuan perguruan tinggi dalam penanganan persoalan lingkungan dan pembangunan di Lampung, khususnya di kawasan Taman Nasional Way Kambas. (Humas)