ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui program Pemberdayaan Desa Binaan Berdampak serta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi melakukan pendampingan kepada masyarakat Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, untuk mengembangkan produk Kopi Kampung Rambutan. Kegiatan yang berlangsung Kamis, 20 Agustus 2026, ini berfokus pada pengolahan kopi berbasis teknologi penggilingan, inovasi kemasan dan pemasaran melalui platform digital.
Program tersebut melibatkan 21 mahasiswa dari Program Studi Teknik Material dan Teknologi Industri Pertanian. Kegiatan diketuai oleh M. Rizky Ramadhan dan didampingi Bayu Prasetya, S.Si., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga bekerja sama dengan masyarakat dan pelaku usaha Kopi Kampung Rambutan, dengan Waluyo Sugito sebagai perwakilan pihak desa/UMKM.
Kegiatan ini berawal dari melihat hasil pertanian masyarakat yang dijual dalam bentuk mentah. Kondisi tersebut membuat nilai jual produk belum maksimal. Melalui pengolahan yang lebih baik dan pemasaran yang lebih luas, mahasiswa KKN-R Itera berupaya membantu masyarakat mengembangkan kopi menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengenalkan teknologi pengolahan kopi. Masyarakat diperkenalkan dengan mesin roaster untuk menyangrai biji kopi dan mesin penggilingan untuk mengolah biji kopi menjadi bubuk. Sebelumnya, proses tersebut masih dilakukan dengan cara yang umum digunakan masyarakat dan lebih banyak mengandalkan pengalaman dalam menentukan tingkat kematangan kopi.
Produk Kopi Kampung Rambutan dikembangkan dengan identitas Kopi Senja dan diarahkan untuk memanfaatkan pemasaran digital.
Penggunaan teknologi ini membantu membuat proses pengolahan lebih terarah. Dengan mesin roaster, tingkat kematangan biji kopi dapat lebih mudah disesuaikan, sedangkan penggilingan membantu menghasilkan bubuk kopi dengan tingkat kehalusan yang lebih seragam. Keterampilan tersebut diharapkan dapat terus digunakan masyarakat dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Selain pengolahan, mahasiswa juga membantu mengembangkan sisi pemasaran produk. Produk Kopi Kampung Rambutan dikembangkan dengan identitas Kopi Senja dan diarahkan untuk memanfaatkan pemasaran digital. Salah satu platform yang diperkenalkan kepada masyarakat adalah Shopee sebagai sarana penjualan secara daring. Pemanfaatan platform digital diharapkan dapat membuat Kopi Senja dikenal lebih luas. Produk yang sebelumnya lebih banyak dipasarkan di lingkungan sekitar kini memiliki peluang untuk ditawarkan kepada konsumen dari luar wilayah Desa Cilimus.
Kepala Desa Cilimus, Nurul Listiyana, S.Si., menilai program KKN ITERA memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mengembangkan produk kopi. “Program ini sangat memberikan dampak kepada masyarakat, terutama dalam menambah pengetahuan dan keterampilan yang bisa diterapkan dalam pengembangan produk kopi,” ujarnya.
Melalui program ini, Itera berupaya membantu masyarakat Desa Cilimus mengembangkan potensi kopi yang mereka miliki. Pengolahan yang lebih baik dan pemasaran melalui platform digital diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan nilai tambah Kopi Kampung Rambutan dan membuka peluang pengembangan usaha masyarakat ke depan.
Penulis : Andre Ramadhani (Teknik Material)
