ITERA NEWS-Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Divisi Inkubator Bisnis di bawah naungan Pusat Implementasi Inovasi menyelenggarakan Program Inkubasi Bisnis Itera 2026 untuk mendorong lahirnya wirausahawan kampus yang tangguh dan inovatif. Program ini membekali tenant dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan serta mengelola bisnis secara berkelanjutan.
Rangkaian program diawali dengan seleksi peserta melalui tahapan pendaftaran, seleksi berkas, wawancara, hingga penetapan tenant terpilih. Selanjutnya, peserta mengikuti sejumlah workshop yang mencakup pemodelan bisnis, pengembangan produk, pengelolaan keuangan, serta strategi penjualan dan pengembangan usaha.
Workshop dimulai pada Jumat, 18 September 2026, dengan materi Business Model Canvas (BMC). Kegiatan dilanjutkan pada Jumat, 2 Oktober 2026, melalui materi Minimum Viable Product (MVP) untuk membekali peserta dalam mengembangkan dan menguji purwarupa produk. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, peserta mendapatkan materi pengelolaan keuangan (Finance) serta penjualan dan strategi (Sales & Strategy).
Program ini melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, di antaranya peserta Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Fakultas Teknologi Industri (FTI), pemenang hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), serta mahasiswa binaan unit Kemahasiswaan Itera.
Untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap dunia usaha, Divisi Inkubator Bisnis menghadirkan praktisi dari Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Wilayah Lampung sebagai pemateri.
Ketua Divisi Inkubator Bisnis Itera, apt. Isna Mulyani, S.Farm., M.Si., bersama tim ahli Tiara Shofi Edriani, S.Si., M.Si., dan Dwi Miftha Kurnia, M.T., menyampaikan bahwa pembinaan akan dilanjutkan melalui pendampingan intensif selama program berlangsung.
“Setelah seluruh rangkaian workshop ini selesai, para tenant Inkubasi Bisnis Itera 2026 akan terus kami dampingi secara intensif selama periode program berlangsung. Kami tidak melepas mereka begitu saja. Harapan besar kami, program inkubasi ini dapat benar-benar menguatkan fondasi bisnis para tenant secara komprehensif, mulai dari inovasi dan kualitas produk, kematangan sistem operasional usaha, hingga terjaminnya sirkulasi keuangan yang sehat,” ujar Isna.
Melalui Program Inkubasi Bisnis 2026, Pusat Implementasi Inovasi Itera berkomitmen memperkuat ekosistem bisnis rintisan (startup) di lingkungan kampus agar semakin berdaya saing, tangguh, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (Rilis/Humas)
