ITERA NEWS — Tim dosen dan peneliti Institut Teknologi Sumatera (Itera) menerapkan inovasi platform asesmen psikometri daring berbasis teori Holland’s RIASEC untuk membantu siswa memetakan minat dan bakat sebagai pertimbangan memilih program studi perguruan tinggi. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Workshop Penelusuran Minat dan Bakat Perguruan Tinggi Berbasis RIASEC” di SMAS Alfa Centauri Bandung, Jawa Barat, Jumat, 30 Oktober 2026.
Ketua Tim Pengabdian Itera, Hartanto Tantriawan, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa platform asesmen ini dirancang untuk membantu siswa mengatasi keraguan dalam menentukan pilihan studi lanjut dan meminimalkan risiko salah memilih program studi. Melalui platform yang dapat diakses secara mandiri dengan kode kegiatan resmi alfacentauri-2026, siswa dapat mengenali enam dimensi minat dan kecenderungan vokasional, yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional.
“Pemilihan program studi perguruan tinggi hendaknya tidak semata-mata didasarkan pada tren atau dorongan eksternal, tetapi perlu mempertimbangkan minat dan potensi diri,” ujar Hartanto. Melalui asesmen ini, siswa dapat memperoleh gambaran profil vokasional sekaligus rekomendasi program studi yang selaras dengan kecenderungan masing-masing.
Melalui asesmen ini, siswa dapat memperoleh gambaran profil vokasional sekaligus rekomendasi program studi yang selaras dengan kecenderungan masing-masing.
Berdasarkan hasil asesmen peserta, profil minat siswa didominasi tipe Investigative sebesar 32 persen dan Realistic sebesar 24 persen. Sementara itu, pilihan perguruan tinggi terbanyak adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) sebesar 36 persen, Universitas Indonesia (UI) 16 persen, dan Universitas Padjadjaran (Unpad) 16 persen.
Efektivitas kegiatan juga terlihat dari hasil evaluasi terhadap 22 peserta. Rata-rata skor kesiapan karier siswa meningkat dari 3,40 menjadi 3,70 setelah mengikuti kegiatan. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan tersebut signifikan (p < 0,001), dengan 91 persen siswa mengalami peningkatan skor kesiapan karier secara individual. Peningkatan wawasan tertinggi tercatat pada pengenalan ragam program studi bidang sains dan teknologi, yakni sebesar 0,55 poin.
Dalam kegiatan tersebut, Hartanto didampingi tim dosen Itera yang terdiri atas M. Samsul Anrokhi, S.Si., M.Si., Imam Ekowicaksono, S.Si., M.Si., I Wayan Wiprayoga Wisesa, S.Kom., M.Kom., Amirul Iqbal, S.Kom., M.Eng., Stirena Rossy Tamariska, S.T., M.Ars., dan Ahmad Luky Ramdhani, S.Komp., M.Sc.
Pihak SMAS Alfa Centauri Bandung menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi kolaborasi dengan Itera. Program ini diharapkan dapat berlanjut sebagai upaya membantu siswa mengenali potensi diri, memperluas wawasan pendidikan tinggi, serta mempersiapkan pilihan karier dan studi lanjut secara lebih terarah. (Rilis/Humas)

