You are currently viewing Kurangi Emisi Penyulingan, Dosen Itera Kembangkan Filter Asap dari Limbah Kayu Putih

Kurangi Emisi Penyulingan, Dosen Itera Kembangkan Filter Asap dari Limbah Kayu Putih

 

ITERA NEWS-Tim dosen Program Studi Magister Fisika dan Sarjana Fisika Institut Teknologi Sumatera (Itera) menerapkan teknologi filter asap berbasis limbah kayu putih untuk mengurangi emisi dari proses penyulingan minyak kayu putih di Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Alfatah, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026. Teknologi ini memanfaatkan ampas penyulingan dan karbon aktif dari limbah kayu putih sebagai bahan penyaring asap.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) untuk membantu mengatasi persoalan emisi dari pembakaran bahan bakar selama proses penyulingan. Asap dan partikel yang dihasilkan berpotensi menurunkan kualitas udara di sekitar lokasi produksi.

sistem filter yang dikembangkan menggunakan ampas penyulingan sebagai media penyaring, sedangkan karbon aktif dari limbah kayu putih berfungsi menyerap komponen tertentu dalam aliran asap melalui proses adsorpsi. Teknologi ini dirancang agar mudah diterapkan dan dirawat oleh pengelola usaha penyulingan skala kecil.

Dosen Fisika Itera, Dr. Eko Satria, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa sistem filter yang dikembangkan menggunakan ampas penyulingan sebagai media penyaring, sedangkan karbon aktif dari limbah kayu putih berfungsi menyerap komponen tertentu dalam aliran asap melalui proses adsorpsi. Teknologi ini dirancang agar mudah diterapkan dan dirawat oleh pengelola usaha penyulingan skala kecil.

Dalam penerapannya, tim dosen Itera mendampingi pengelola Koppontren Alfatah mulai dari perakitan dan pemasangan hingga pengoperasian serta perawatan alat. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengoperasikan dan merawat teknologi secara mandiri.

Selain mendukung upaya pengendalian emisi, inovasi ini menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah produksi menjadi bahan bernilai guna. Tim dosen juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas udara melalui proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi ini, teknologi filter asap berbasis limbah kayu putih diharapkan dapat diterapkan pada usaha penyulingan lainnya. Inovasi tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Itera dalam mengembangkan teknologi tepat guna yang mendukung produktivitas masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. (Rilis/Humas)[/vc_column_text]

[/vc_column][/vc_row]