You are currently viewing Ciptakan Peluang Usaha, Tim Itera Latih Warga Desa Banjar Agung Buat Sabun Cuci Piring Mandiri

Ciptakan Peluang Usaha, Tim Itera Latih Warga Desa Banjar Agung Buat Sabun Cuci Piring Mandiri

ITERA NEWS — Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama mahasiswa KKN Rekognisi Desa Banjar Agung, Institut Teknologi Sumatera (Itera), menggelar lokakarya pembuatan sabun cuci piring mandiri di Balai Desa Banjar Agung, Minggu, 13 September 2026.

Kegiatan ini diikuti kader PKK, Posbindu, dan Kelompok Wanita Tani Desa Banjar Agung. Pelatihan bertujuan membekali peserta dengan keterampilan membuat sabun cuci piring untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha. Ketua Tim PkM dan KKN Rekognisi Itera, Amalia Listiani, S.Pd., M.Sc., berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Materi pelatihan disampaikan oleh Indira Hapsarini, S.T.P., M.T.P., dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian. Peserta mempelajari bahan dan proses pembuatan sabun cuci piring, termasuk fungsi texapon/SLES, SLS, NaCl, pewarna, dan pewangi. Setelah pemaparan materi, peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun dengan pendampingan mahasiswa KKN Rekognisi.

Pelatihan bertujuan membekali peserta dengan keterampilan membuat sabun cuci piring untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, pembagian doorprize, dan posttest untuk mengukur pemahaman peserta. Setiap peserta juga membawa pulang satu botol sabun cuci piring hasil praktik bersama.

Kepala Desa Banjar Agung, Lela Wati, S.E., mengapresiasi pelatihan yang diselenggarakan tim dosen dan mahasiswa KKN Itera. Ia berharap keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha masyarakat. Pemerintah Desa Banjar Agung juga siap mewadahi ibu-ibu yang berminat mengembangkan usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Saya yakin ini bisa menjadi peluang yang baik bagi Desa Banjar Agung. Secara bertahap, harapannya produk ini bisa menjadi peluang usaha bagi Desa Banjar Agung,” ujar Lela.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan dapat menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus mengembangkan usaha baru yang berpotensi meningkatkan perekonomian desa. (Rilis/Humas)