You are currently viewing Mendiktisaintek Dukung Itera dan ITB Percepat Hilirisasi Produk Bahan Alam

Mendiktisaintek Dukung Itera dan ITB Percepat Hilirisasi Produk Bahan Alam

 

ITERA NEWS – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., mendukung Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mempercepat hilirisasi produk berbahan alam menjadi produk bernilai tambah tinggi dan mampu menembus pasar global. Dengan mengedepankan riset dan pemanfaatan teknologi, bahan alam tersebut diolah menjadi produk kesehatan dan obat, produk pangan, energi terbarukan, dan produk bernilai lainnya.

Hilirisasi bahan alam menjadi prioritas, karena kekayaan bahan alam Indonesia selama ini banyak dijual atau diekspor dalam bentuk bahan mentah dengan harga relatif rendah. Penerapan teknologi yang dikembangkan perguruan tinggi berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas hingga 500–1.000 kali lipat.

Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Rektor Itera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., dan tim ITB di Jakarta, Kami, 22 Oktober 2026. Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Talenta Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Prof. Dr. rer. pol. Heri Kuswanto, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ir. Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., serta Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Ir. M Bobby Rahman, S.T., M.Si. (Han)., Ph.D.

Mendiktisaintek menginstruksikan Itera untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut. Itera akan memperkuat pengembangan teknologi sejumlah produk berbahan alam agar dapat diproduksi dalam skala lebih besar.

Rektor Itera Prof. Elfahmi menyampaikan bahwa Mendiktisaintek menginstruksikan Itera untuk segera menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut. Itera akan memperkuat pengembangan teknologi sejumlah produk berbahan alam agar dapat diproduksi dalam skala lebih besar. “Itera akan langsung melakukan upscaling atau peningkatan skala produksi sehingga dapat berkontribusi terhadap hilirisasi yang merupakan kebijakan Bapak Presiden,” ujar Rektor.

Menurut Prof. Elfahmi, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam dan lahan yang luas. Selain komoditas seperti sawit dan karet yang telah memiliki nilai ekonomi tinggi, berbagai komoditas bahan alam lainnya juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Melalui kolaborasi dengan ITB, Itera akan terus mendorong pengembangan teknologi dan peningkatan nilai tambah produk berbahan alam. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi riset perguruan tinggi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. (Humas)