ITERA NEWS-Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Biomedis (HMBM) “Chetikrahayu” menutup rangkaian Dies Natalis BME X HMBM 2026 melalui upacara penutupan (closing ceremony) yang dirangkaikan dengan kuliah umum (studium generale) bertema “Biomaterial dalam Teknologi Kesehatan: Inovasi Diagnosis, Terapi, dan Pencegahan Infeksi” di Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera, Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai program studi di Itera ini bertujuan memperluas wawasan akademik di bidang teknologi kesehatan sekaligus mengapresiasi prestasi peserta melalui pengumuman pemenang kompetisi.
Untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai perkembangan teknologi biomedis, kuliah umum tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Anisa, S.KM., M.K.M., dari Seksi P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan; Rosita Wati, S.Pd., M.Sc., dosen Program Studi Teknik Biomedis Itera; serta Dr. Dian Juliadmi dari Pusat Riset Biomedis, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ketiganya membahas permasalahan kesehatan masyarakat serta peluang pemanfaatan biomaterial dalam mendukung diagnosis, terapi, dan pencegahan infeksi.
potensi biomaterial dalam membantu penanganan infeksi dan pemulihan jaringan. Sejumlah material, seperti selulosa mikrobial, nanoselulosa, kitosan, alginat, dan carbon dots, turut dibahas karena potensinya dalam pengembangan teknologi penyembuhan luka, penghantaran obat, dan rekayasa jaringan.
Dalam pemaparannya, para narasumber mengulas tantangan pengendalian penyakit infeksi, seperti tuberkulosis (TB), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan demam berdarah dengue (DBD), serta pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Pembahasan kemudian mengarah pada potensi biomaterial dalam membantu penanganan infeksi dan pemulihan jaringan. Sejumlah material, seperti selulosa mikrobial, nanoselulosa, kitosan, alginat, dan carbon dots, turut dibahas karena potensinya dalam pengembangan teknologi penyembuhan luka, penghantaran obat, dan rekayasa jaringan.
Selain memperkaya wawasan melalui diskusi akademik, rangkaian penutupan Dies Natalis BME X HMBM 2026 juga menjadi ajang apresiasi terhadap prestasi peserta melalui pengumuman pemenang dua kompetisi eksternal, yaitu Biomedical Academic Champion (BAC) dan Biomedical International Essay and Poster Competition (BIEPC).
BAC merupakan kompetisi akademik bagi pelajar SMA yang mencakup bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi. Kompetisi ini tidak hanya menguji penguasaan materi, tetapi juga mendorong kemampuan peserta bekerja sama dalam menyelesaikan soal. Sementara itu, BIEPC ditujukan bagi mahasiswa melalui dua kategori, yaitu esai dan poster, dengan partisipasi peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Kedua kompetisi tersebut menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, serta gagasan di bidang biomedis.
Kegiatan ini turut dihadiri Koordinator Program Studi Teknik Biomedis Itera, Doni Bowo Nugroho, S.Pd., M.Sc.; Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Itera, Hafiz Budi Firmansyah, S.Kom., M.Sc., Ph.D.; serta dosen, tenaga kependidikan, dan pengurus HMBM “Chetikrahayu”.
Melalui rangkaian kegiatan Dies Natalis BME X HMBM 2026, Program Studi Teknik Biomedis Itera bersama HMBM “Chetikrahayu” berharap dapat memperkuat kebersamaan sivitas akademika, menumbuhkan semangat berprestasi, serta memperluas wawasan dan kolaborasi dalam pengembangan teknologi biomedis. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat turut mendorong lahirnya inovasi teknologi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (Rilis/Humas)
