LPPM Itera Ajak Perguruan Tinggi di Lampung Manfaatkan Program Grant Riset BPDP

LPPM Itera Ajak Perguruan Tinggi di Lampung Manfaatkan Program Grant Riset BPDP

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan sosialisasi Program Grant Riset Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Aula C Itera, Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti dosen dan peneliti Itera serta perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Lampung, di antaranya Politeknik Negeri Lampung, UIN Raden Inten Lampung, Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Universitas Mitra Indonesia, Universitas Bandar Lampung, Universitas Terbuka Bandar Lampung, Universitas Malahayati, dan Universitas Teknokrat Indonesia.

Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat jejaring riset dan membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi dalam penyusunan proposal penelitian yang relevan dengan program prioritas BPDP. Sekretaris LPPM Itera, Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, S.Pi., M.Si., dalam sambutannya mengajak peserta memanfaatkan sosialisasi sebagai langkah awal membangun kolaborasi riset antarperguruan tinggi di Lampung. Ia berharap Program Grant Riset BPDP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat, industri, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Kegiatan dipandu moderator Rio A. Murda, S.Hut., M.Si., anggota Pusat Penelitian dan Publikasi Ilmiah Itera. Ia menekankan pentingnya kesiapan substansi penelitian, kesesuaian tema dengan prioritas riset BPDP, serta kelengkapan administrasi proposal sejak tahap awal pengajuan.

Pemateri pertama, Mhd Feri Desfri, S.Si., selaku Analis Program Penyaluran Dana Riset BPDP, memaparkan mekanisme dan ketentuan Program Grant Riset BPDP Tahun 2026. Ia menjelaskan program tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, penciptaan produk dan pasar baru, serta kesejahteraan petani.

Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat jejaring riset dan membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi dalam penyusunan proposal penelitian yang relevan dengan program prioritas BPDP.

Feri juga menjelaskan tahapan pengajuan proposal, mulai dari seleksi administrasi, seleksi substansi, hingga presentasi proposal. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan tujuh bidang prioritas riset BPDP, meliputi bioenergi, biomaterial dan oleokimia, pangan dan kesehatan, budidaya, pascapanen dan pengolahan, pengolahan limbah dan lingkungan, serta sosial ekonomi dan teknologi informasi.

Pemateri kedua, Dr. Wahyu Susilo selaku Komite Litbang BPDP, menyampaikan arah strategis riset BPDP dan penguatan kualitas proposal penelitian. Ia menjelaskan pendanaan riset BPDP diarahkan untuk mendorong hasil penelitian menuju tingkat kesiapan teknologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun industri.

Wahyu juga memaparkan fokus riset prioritas Tahun 2026 pada komoditas sawit, kelapa, dan kakao, mulai dari bioenergi, pangan dan kesehatan, biomaterial, hingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya proposal yang memiliki orientasi penerapan, luaran terukur, dan relevan dengan kebutuhan industri, petani, serta pemerintah.

Pada akhir kegiatan, Rio A. Murda kembali mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi dalam proses pengajuan proposal. Ia juga mengajak peserta memperkuat kolaborasi antarpeneliti dan antarperguruan tinggi guna meningkatkan peluang memperoleh pendanaan Grant Riset BPDP Tahun 2026. (Rilis/Humas)