You are currently viewing Gagas Kolaborasi Internasional, Itera Libatkan Mahasiswa dari Sembilan Negara Edukasi Pengelolaan Kawasan Wisata Berkelanjutan

Gagas Kolaborasi Internasional, Itera Libatkan Mahasiswa dari Sembilan Negara Edukasi Pengelolaan Kawasan Wisata Berkelanjutan

ITERA NEWS – Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui rangkaian The 3rd Coastal And Tropical Infrastructure Development International Course (COSTROP-ID) 2026 menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pengembangan Eduwisata Pesisir melalui Edukasi Pengelolaan Kawasan Wisata Berkelanjutan dan Aksi Bersih Pantai di kawasan Dermaga Bom, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada 30 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi multidisiplin dan internasional yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pengelolaan kawasan pesisir berkelanjutan. Sebanyak 65 peserta mengikuti kegiatan, terdiri atas peserta internasional COSTROP dari 11 negara, dosen dan mahasiswa Itera, akademisi dari Universiti Teknologi Petronas (Malaysia), serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Kalianda, Zulhaidir, S.P., M.Si., dan dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Selatan, Pos Angkatan Laut Dermaga Bom, Koperasi Mina Dermaga, Bank Sampah Maja Bersama, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat, serta komunitas pesisir.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi multidisiplin dan internasional yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pengelolaan kawasan pesisir berkelanjutan.

Ketua pelaksana kegiatan, Indah Yusliga Sari Purba, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa Dermaga Bom memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata pesisir unggulan. Selain menjadi kawasan aktivitas perikanan, wilayah ini juga memiliki bentang alam pantai yang menarik, sumber air panas alami di kawasan pesisir, kekayaan kuliner berbasis hasil perikanan, serta budaya masyarakat pesisir yang masih terjaga. Namun demikian, potensi tersebut memerlukan pengelolaan yang lebih terintegrasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Dr. Isye Susana Nurhasanah, dosen Program Studi Pariwisata FTIK Itera, mengenai pengelolaan destinasi dan inovasi sosial. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan suatu destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, inovasi sosial, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangannya.

Materi kemudian dilanjutkan dengan berbagai strategi pendukung untuk mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan. Suci Wulandari, S.T., M.T. dan Moehammad Budhicahyanto, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Lingkungan Itera, memaparkan konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui pemilahan sampah dan pemanfaatannya sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi. Selanjutnya, Muhammad Fatkhurrozi, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Kelautan Itera, menjelaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir, termasuk kemampuan mengenali perubahan cuaca, gelombang, dan pasang surut sebagai bagian dari sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Sementara itu, Agustinus Didik Prasetya, S.Ds., M.Ds., dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual ITERA, mengulas peran signage system dalam memperkuat identitas kawasan wisata sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengunjung melalui penyediaan informasi arah, jalur evakuasi, titik kumpul, serta berbagai layanan wisata.

Sebagai implementasi materi, seluruh peserta mengikuti aksi Coastal Clean-up di kawasan Dermaga Bom dengan melakukan pembersihan pantai, pemilahan sampah berdasarkan kategori organik, anorganik, dan residu, serta mengidentifikasi sumber pencemaran dan potensi pemanfaatan kembali sampah melalui konsep ekonomi sirkular.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara peserta internasional dan masyarakat setempat mengenai praktik pengelolaan kawasan pesisir, pengurangan sampah, serta mitigasi bencana berbasis masyarakat. Kolaborasi lintas disiplin, lintas sektor, dan lintas negara tersebut memperkuat upaya pengembangan Dermaga Bom sebagai destinasi wisata pesisir yang bersih, aman, tangguh terhadap bencana, dan berkelanjutan.

Melalui COSTROP 2026, Itera kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus membangun jejaring internasional yang menghasilkan inovasi dan dampak nyata bagi pembangunan kawasan pesisir Indonesia. (Rilis/Humas)