ITERA NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung bersama Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah melalui Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMA Persada dan SD Negeri 1 Desa Sumur, Ketapang, Lampung Selatan, 5 September 2026.
Program tersebut menjadi upaya bersama untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas siswa serta guru dalam mengenali risiko dan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan ini, BPBD Provinsi Lampung melibatkan dosen Itera dari berbagai bidang keilmuan, yaitu Dr. Goldie Melinda Wijayanti, S.T., M.T., dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Muhammad Eval Juni Wijaya, S.T., M.Eng., dari Program Studi Teknik Geologi, serta Zulfikar Adlan Nadzir, S.T., M.Sc., dan Rachmat Rifqy, S.T., dari Program Studi Teknik Geomatika.
Melalui kolaborasi BPBD Provinsi Lampung dan Itera, pelaksanaan SPAB diharapkan dapat memperkuat kapasitas SMA Persada dan SD Negeri 1 Desa Sumur dalam menghadapi potensi bencana
Kolaborasi lintas disiplin tersebut menghadirkan perspektif mengenai mitigasi bencana, kondisi geologi, perencanaan wilayah, dan informasi geospasial. Pengetahuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas sekolah dalam mengenali potensi risiko dan menentukan langkah mitigasi yang tepat.
Salah satu agenda kegiatan berupa penyampaian materi SPAB oleh Zulfikar Adlan Nadzir, S.T., M.Sc., dan Muhammad Eval Juni Wijaya, S.T., M.Eng. Siswa dan guru mendapatkan pemahaman mengenai pengenalan risiko bencana, langkah mitigasi, serta prosedur dan jalur evakuasi yang aman. Materi disampaikan secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam berbagai aktivitas selama pelatihan. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya kesiapsiagaan sekaligus mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui kolaborasi BPBD Provinsi Lampung dan Itera, pelaksanaan SPAB diharapkan dapat memperkuat kapasitas SMA Persada dan SD Negeri 1 Desa Sumur dalam menghadapi potensi bencana. Upaya ini sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan yang lebih aman, tanggap, dan tangguh terhadap bencana. (Rilis/Humas)
