ITERA NEWS — Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (Itera) kembali menambah koleksi tumbuhan pamah Sumatera hasil eksplorasi di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, pada 20–28 Juli 2026. Ratusan spesimen yang diperoleh menjadi koleksi baru yang memperkuat fungsi konservasi, penelitian, dan edukasi di Kebun Raya Itera.
Eksplorasi yang dilakukan Unit Penunjang Akademik (UPA) Konservasi Flora Sumatera (KFS) Itera ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk memperkaya koleksi ex situ. Tim yang terdiri atas staf UPA KFS, dosen Itera, tenaga teknis, serta identifikator tumbuhan Yusran Efendi Ritonga berhasil mengoleksi berbagai jenis tumbuhan penting dari kawasan tersebut.
Sejumlah koleksi baru yang berhasil dibawa antara lain berasal dari genus Palaquium, Gonystylus, Parashorea, Anisoptera, Dryobalanops, Rubroshorea, dan Hopea. Beberapa di antaranya termasuk jenis dengan tingkat keterancaman tinggi berdasarkan IUCN Red List, sehingga memiliki nilai penting dalam upaya pelestarian.
Koleksi baru yang berhasil dibawa antara lain berasal dari genus Palaquium, Gonystylus, Parashorea, Anisoptera, Dryobalanops, Rubroshorea, dan Hopea. Beberapa di antaranya termasuk jenis dengan tingkat keterancaman tinggi berdasarkan IUCN Red List, sehingga memiliki nilai penting dalam upaya pelestarian.
Kepala UPA KFS Itera, Alawiyah, mengatakan koleksi hasil eksplorasi tersebut akan melalui tahapan registrasi, identifikasi lanjutan, dokumentasi, dan aklimatisasi sebelum ditanam di area koleksi Kebun Raya Itera. Proses ini bertujuan memastikan setiap spesimen dapat beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memiliki data asal-usul yang terdokumentasi dengan baik. “Hasil eksplorasi ini tidak hanya menambah koleksi, tetapi juga memperkuat basis data dan material penelitian terkait flora pamah Sumatera yang terancam,” ujar Alawiyah.
Penambahan koleksi ini sekaligus menegaskan peran Kebun Raya Itera sebagai pusat konservasi tumbuhan dataran rendah Sumatera. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tema Kebun Raya Itera, yakni konservasi tumbuhan pamah Sumatera, serta visi menjadi kebun raya terkemuka dalam bidang konservasi dan pendidikan berbasis keanekaragaman hayati.
Taman Nasional Tesso Nilo menjadi kawasan kelima di Sumatera yang telah dieksplorasi oleh tim Kebun Raya Itera, setelah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Way Kambas, Kerinci Seblat, dan Berbak Sembilang. Capaian ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Itera dalam menjangkau kawasan-kawasan penting guna memperkaya koleksi konservasi.
Melalui penambahan koleksi baru ini, Kebun Raya Itera diharapkan semakin berperan dalam menjaga keberlanjutan flora Sumatera, sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan konservasi di Indonesia. (Rilis/Humas)





