FTIK Itera Jajaki Kerja Sama Restorasi Mangrove Bersama Tembusu Asia Consulting
[:id]Kegiatan Penanaman Mangrove oleh Prodi Teknik Geomatika Itera di Pesawaran. Dok[:]

FTIK Itera Jajaki Kerja Sama Restorasi Mangrove Bersama Tembusu Asia Consulting

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera melakukan penjajakan kerja sama dengan Tembusu Asia Consulting dalam bidang Restorasi Mangrove, Coastal Protection, and Ecotourism, yang berlangsung secara dalam jaringan, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra profesional dalam pengembangan kawasan pesisir berkelanjutan, perlindungan lingkungan, serta penguatan sektor ekowisata berbasis masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Ir. Arif Rohman, S.T., M.T., Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FTIK,Muhammad Ulin Nuha, S.T., M.Eng., Koordinator Program Studi Teknik Geomatika, Dr. Nirmawana Simarmata, S.Pd., M.Sc.,  serta tim dosen dan tim dari Tembusu Asia Consulting yang turut berdiskusi mengenai potensi implementasi program kolaborasi.

Dalam diskusi yang berlangsung secara interaktif, kedua belah pihak membahas berbagai peluang sinergi, mulai dari restorasi ekosistem mangrove, perlindungan wilayah pesisir (coastal protection), pemanfaatan teknologi geospasial dalam pengelolaan kawasan pantai, hingga pengembangan konsep ekowisata yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Kedua belah pihak membahas berbagai peluang sinergi, mulai dari restorasi ekosistem mangrove, perlindungan wilayah pesisir (coastal protection), pemanfaatan teknologi geospasial dalam pengelolaan kawasan pantai, hingga pengembangan konsep ekowisata berkelanjutan

Ir. Arif Rohman, S.T.,M.T, menyambut baik peluang kerja sama ini sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada sektor lingkungan dan wilayah pesisir yang memiliki peran strategis bagi Indonesia sebagai negara maritim. Secara teknis, kerja sama akan dilakukan oleh tim FTIK dengan melibatkan program studi terkait.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua belah pihak berencana melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan program strategis terkait restorasi mangrove dan perlindungan kawasan pesisir.

Melalui kolaborasi bersama Tembusu Asia Consulting, diharapkan dapat tercipta program-program inovatif yang tidak hanya memberikan dampak akademik dan penelitian, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun jejaring kerja sama profesional yang mendukung pengembangan keilmuan, riset terapan, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan FTIK Itera. (Rilis FTIK/Humas)