ITERA NEWS – Tim dosen Program Studi (Prodi) Teknik Kelautan Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengadakan edukasi literasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tersebut diadakan di Kantor Desa setempat, Kamis, 20 Agustus 2026, dengan peserta para istri nelayan sebagai pilar utama pengatur keuangan rumah tangga pesisir.
Dalam pelaksanaannya, materi edukasi yang disampaikan mengadopsi Panduan Perencanaan Keuangan Rumah Tangga yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar masyarakat mendapatkan pemahaman finansial yang terstandar dan aman.
Dosen Teknik Kelautan Itera, Dr. Satriyo Panalaran, memaparkan materi terkait pentingnya manajemen keuangan yang disiplin. Beliau menjelaskan bahwa tujuan utama dari edukasi ini adalah memberikan pemahaman konkret mengenai pengelolaan pendapatan, penyusunan skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya menyiapkan dana darurat dan investasi masa depan.
Satrio mengajak rumah tangga nelayan, khususnya para ibu, untuk mulai mempersiapkan ketahanan finansial keluarga pada kondisi-kondisi yang tidak terduga, seperti cuaca buruk, atau dalam musibah sehingga suami tidak bisa melaut. “Literasi keuangan ini penting agar rumah tangga nelayan bisa mempersiapkan kehidupan yang lebih tenang, mandiri, dan sejahtera di hari tua nanti,” ujar Satriyo.
Edukasi literasi keuangan ini dilatarbelakangi oleh tren budaya konsumtif yang terus meningkat di tengah masyarakat. Tantangan ini kian diperparah dengan kemudahan transaksi digital yang memungkinkan masyarakat membeli barang secara instan melalui skema pembayaran kredit atau menggunakan jasa pinjaman online (pinjol).
Lebih lanjut, Satrio mengatakan, edukasi literasi keuangan ini dilatarbelakangi oleh tren budaya konsumtif yang terus meningkat di tengah masyarakat. Tantangan ini kian diperparah dengan kemudahan transaksi digital yang memungkinkan masyarakat membeli barang secara instan melalui skema pembayaran kredit atau menggunakan jasa pinjaman online (pinjol).
“Banyak di antaranya merupakan entitas ilegal atau pihak-pihak keuangan yang tidak tersertifikasi oleh OJK, sehingga rawan menjerat masyarakat pesisir ke dalam masalah keuangan yang lebih besar,” kata Satrio.
Melalui pendampingan ini, para peserta dibekali tips praktis dalam membedakan utang produktif (untuk modal usaha) dan utang konsumtif, serta diajarkan cara mengalokasikan penghasilan harian nelayan secara bijak demi menghindari jebakan pinjaman tidak resmi.
Kegiatan PKM ini dapat terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Hibah PKM Itera dalam skema penguatan Kelompok Keilmuan (KK). Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak terbatas pada aspek keteknikan semata. Melalui program pengabdian ini, Prodi Teknik Kelautan Itera membuktikan bahwa kehadirannya tidak hanya berfokus pada kegiatan-kegiatan rencana pembangunan fisik, serta pengembangan potensi wilayah pesisir dan laut saja. Lebih dari itu, Prodi Teknik Kelautan Itera berkomitmen untuk hadir langsung di tengah-tengah masyarakat guna menguatkan kapasitas dan ketahanan sosial-ekonomi warga pesisir demi mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan. (Rilis/Humas)

