You are currently viewing Mahasiswa KKN Rekognisi Itera Dampingi Warga Tarahan Ubah Serai Wangi Menjadi Spray Antinyamuk “Serai Shield”

Mahasiswa KKN Rekognisi Itera Dampingi Warga Tarahan Ubah Serai Wangi Menjadi Spray Antinyamuk “Serai Shield”

 

ITERA NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Rekognisi (KKN-R) Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengedukasi dan mendampingi masyarakat Dusun Sinar Laut, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, dalam mengolah serai wangi menjadi spray antinyamuk bernama “Serai Shield”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, ini merupakan bagian dari program KKN Rekognisi Desa Tarahan untuk mendorong pemanfaatan tanaman lokal menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada potensi serai wangi sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan dalam produk pengusir nyamuk. Selain memberikan alternatif pemanfaatan tanaman lokal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi mengenai upaya mengurangi risiko gigitan nyamuk yang dapat menjadi salah satu faktor penularan penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh mahasiswa KKN-R mengenai serai wangi, pemanfaatannya sebagai bahan pengusir nyamuk, serta tahapan pembuatan Serai Shield. Setelah itu, masyarakat diajak mengikuti praktik secara langsung dengan didampingi mahasiswa pada setiap tahapan pembuatan.

Proses pembuatan dimulai dengan menyiapkan dan merajang serai wangi, kemudian dilanjutkan dengan proses perebusan untuk memperoleh ekstraknya. Ekstrak yang dihasilkan selanjutnya diolah bersama bahan pendukung hingga menjadi formulasi spray Serai Shield yang siap digunakan.

Masyarakat tidak hanya menyaksikan proses pembuatan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik. Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memahami setiap tahapan pengolahan dan memiliki keterampilan untuk membuat produk secara mandiri.

Dosen Pendamping Lapangan KKN-R, Dr. apt. Nur Adliani, S.Farm., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi tanaman lokal menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa serai wangi yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang sederhana dan memiliki nilai guna. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tarahan,” ujarnya.

Program ini melibatkan mahasiswa lintas program studi, yaitu Farmasi, Teknik Lingkungan, Pariwisata, Kimia, Teknologi Pangan, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Desain Komunikasi Visual. Kolaborasi lintas bidang tersebut mendukung pelaksanaan edukasi dan praktik pengolahan serai wangi bersama masyarakat.

Setelah praktik selesai, produk Serai Shield yang dihasilkan diberikan kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-R Itera berharap pemanfaatan serai wangi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Tarahan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai peluang pengembangan produk lokal yang memiliki nilai tambah. (Rilis/Humas)