Itera Percepat Komersialisasi Hasil Riset

Itera Percepat Komersialisasi Hasil Riset

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) mempercepat komersialisasi hasil riset dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat hilirisasi inovasi yang berdampak bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukan dengan mengarahkan riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berlanjut menjadi produk inovatif yang siap dimanfaatkan oleh dunia usaha dan industri.

Hal tersebut disampaikan Rektor Itera Prof. Dr. Apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.,dalam kegiatan Workshop Transfer Teknologi yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Itera. Selain Rektor, kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN, Dr. Edi Hilmawan, B.Eng., M.Eng.

Kepada para peserta workshop, Rektor Itera, menegaskan bahwa pengembangan riset di Itera kini difokuskan pada penelitian yang menghasilkan produk komersial dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, hilirisasi hasil riset merupakan strategi penting dalam memperkuat daya saing bangsa melalui sains dan teknologi.

“Penelitian di Itera sudah berkembang dan memperoleh pendanaan dari berbagai sumber. Ke depan, kami ingin memastikan riset tersebut menghasilkan produk yang dapat dikomersialkan sehingga mampu menopang perekonomian Indonesia,” ujar Prof. Elfahmi.

Ia menambahkan, penguasaan ilmu pengetahuan menjadi kunci lahirnya inovasi yang bernilai ekonomi. Dosen dan mahasiswa yang memiliki kompetensi kuat akan lebih mudah menghasilkan riset yang implementatif, dapat dikembangkan menjadi produk, serta memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Penelitian di Itera sudah berkembang dan memperoleh pendanaan dari berbagai sumber. Ke depan, kami ingin memastikan riset tersebut menghasilkan produk yang dapat dikomersialkan sehingga mampu menopang perekonomian Indonesia,

Sementara Kepala LPMPP Itera, Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, S.Si., M.Si., menyampaikan, saat ini, Itera memiliki sekitar 700 dosen dan lebih dari 22.000 mahasiswa. Melalui Pusat Implementasi Inovasi (PII), Itera telah mendata 62 paten yang berpotensi dikomersialkan. Pada 2026, sebanyak enam invensi Itera juga berhasil memperoleh pendanaan untuk mendukung percepatan hilirisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN, Dr. Edi Hilmawan, B.Eng., M.Eng., menilai hasil riset akan kehilangan nilai apabila tidak dihubungkan dengan sektor industri. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani penelitian dengan kebutuhan pasar.

Edi menyampaikan, dari sekitar 6.000 paten yang dimiliki BRIN, baru sekitar 170 paten atau 3–4 persen yang telah dilisensikan. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak hasil riset yang berhenti di laboratorium akibat berbagai tantangan, seperti kesiapan teknologi, orientasi pasar, pendanaan lanjutan, regulasi, kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi yang belum optimal.

Karena itu, BRIN mendorong penguatan ekosistem inovasi melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri, pemerintah, dan investor. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset sehingga menghasilkan nilai tambah, meningkatkan daya saing industri nasional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tim Liputan
Penulis : Rudiyansyah
Fotografer : Arpan Ismail