ITERA NEWS – Program Studi Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyelenggarakan puncak peringatan Dies Natalis ke-7 dengan mengusung tema “Sapta Warsa Menggema di Belantara”, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-5 Foresta Itera, organisasi kemahasiswaan Program Studi Rekayasa Kehutanan.
Peringatan Dies Natalis menjadi momentum refleksi perjalanan Rekayasa Kehutanan Itera dalam mengembangkan pendidikan tinggi kehutanan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan diikuti sivitas akademika Rekayasa Kehutanan ITERA, meliputi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga keluarga besar Foresta Itera.
Koordinator Program Studi Rekayasa Kehutanan Itera, Khoryfatul Munawaroh, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa Dies Natalis tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang memperkuat solidaritas dan kolaborasi akademik untuk mendukung pengembangan program studi ke depan.
Menurutnya, Rekayasa Kehutanan Itera perlu terus memperluas kontribusi akademik dalam menjawab berbagai tantangan kehutanan, seperti pengelolaan sumber daya hutan, perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan. “Melalui momentum Dies Natalis ini, kami berharap seluruh keluarga besar Rekayasa Kehutanan Itera dapat terus memperkuat kolaborasi, menjaga semangat kebersamaan, serta berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan,” ujar Khoryfatul.
Tema “Sapta Warsa Menggema di Belantara” merepresentasikan perjalanan tujuh tahun Rekayasa Kehutanan Itera dalam membangun fondasi akademik dan memperkuat kapasitas mahasiswa di bidang kehutanan tropis, rekayasa sumber daya hutan, konservasi, pemanfaatan hasil hutan, serta pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.
“Sapta Warsa Menggema di Belantara” merepresentasikan perjalanan tujuh tahun Rekayasa Kehutanan Itera dalam membangun fondasi akademik dan memperkuat kapasitas mahasiswa di bidang kehutanan tropis, rekayasa sumber daya hutan, konservasi, pemanfaatan hasil hutan, serta pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.
Rangkaian acara puncak berlangsung meriah melalui berbagai agenda, seperti penampilan angkatan, fashion show, serta pengumuman pemenang National Essay Competition tingkat SMA dan mahasiswa. Selain itu, diumumkan pula pemenang berbagai lomba internal mahasiswa Rekayasa Kehutanan.
Penyelenggaraan National Essay Competition menjadi salah satu bentuk kontribusi Rekayasa Kehutanan Itera dalam mendorong literasi, pemikiran kritis, dan kepedulian generasi muda terhadap isu kehutanan dan lingkungan. Adapun lomba internal mahasiswa menjadi ruang penguatan kreativitas, kekompakan, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun organisasi.
Selain menjadi perayaan Dies Natalis program studi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting bagi Foresta Itera yang memasuki usia kelima. Sebagai organisasi kemahasiswaan, Foresta Itera berperan dalam membangun karakter, kepemimpinan, solidaritas, dan budaya kekeluargaan mahasiswa Rekayasa Kehutanan.
Program Studi Rekayasa Kehutanan Itera terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan teknis, serta kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya hutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan kerja sama dengan berbagai mitra.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-7, Rekayasa Kehutanan Itera diharapkan terus tumbuh dan memperluas kontribusi dalam mendukung pengembangan kehutanan berkelanjutan di Indonesia. (Rilis/Humas)




