Itera Buka Peluang Kolaborasi Riset Indonesia–Jerman

Itera Buka Peluang Kolaborasi Riset Indonesia–Jerman

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyelenggarakan kegiatan German Research Info Day 2026 di Gedung Itera Training Centre, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi informasi dan pengalaman mengenai peluang riset, studi lanjut, serta kerja sama akademik antara Indonesia dan Jerman bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Itera, Dr. Meezan Ardhanu Asagabaldan, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, ia memperkenalkan profil singkat Itera, termasuk fakultas dan program studi yang dimiliki, sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan penguatan jejaring akademik global.

Pemateri pertama, Dr. Guido Schnieders selaku Direktur DAAD Regional Office Jakarta, memaparkan materi bertajuk “Research in Germany and Funding Opportunities for Master, PhD and PostDoc”. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai peluang pendanaan pendidikan dan riset di Jerman melalui DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst atau German Academic Exchange Service).

DAAD merupakan salah satu organisasi pendanaan akademik terbesar di dunia yang setiap tahun mendukung lebih dari 100 ribu mahasiswa dan peneliti internasional. Program yang ditawarkan mencakup beasiswa jenjang magister, doktoral, hingga postdoctoral, termasuk skema penelitian kolaboratif dan joint supervision antara perguruan tinggi di Jerman dan Indonesia.

DAAD merupakan salah satu organisasi pendanaan akademik terbesar di dunia yang setiap tahun mendukung lebih dari 100 ribu mahasiswa dan peneliti internasional. Program yang ditawarkan mencakup beasiswa jenjang magister, doktoral, hingga postdoctoral, termasuk skema penelitian kolaboratif

Guido juga menekankan bahwa DAAD mengedepankan prinsip equal opportunity bagi seluruh peserta tanpa memandang latar belakang. Selain itu, ia memaparkan berbagai contoh program pendanaan riset bilateral dan mobilitas internasional yang dapat dimanfaatkan sivitas akademika Itera.

Sementara itu, pemateri kedua, K.R.M.H. Tatas Hardo Panintingjati Brotosudarmo, Ph.D., selaku EURAXESS Worldwide Representative for ASEAN sekaligus International Relations and Institutional Growth Strategist Universitas Kristen Petra, menyampaikan materi “Maximizing Research Outcomes and Impacts: Strategies and Measures”.

Ia membagikan pengalaman menempuh pendidikan dan melakukan riset di Jerman, termasuk strategi membangun produktivitas selama studi dan pentingnya menjalin koneksi dengan profesor maupun peneliti kelas dunia untuk menghasilkan riset bereputasi internasional.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dimoderatori dosen Prodi Teknik Informatika Itera, Hafiz Budi Firmansyah, S.Kom., M.Sc., Ph.D. Beragam pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari peluang membawa keluarga selama studi di Jerman, estimasi biaya hidup, kehidupan sehari-hari mahasiswa doktoral dan postdoctoral, hingga peluang karier dan riset internasional.  (Rilis/Humas)