ITERA NEWS — Tiga dosen Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (Itera), mengikuti program visiting scientist di Advanced Cosmetic Science Laboratory, Graduate School of Pharmacy, The Osaka University, Jepang, pada 11–25 Juli 2026. Ketiga dosen tersebut adalah Dr. apt. Sarmoko, S.Farm., M.Sc., apt. Tantri Liris Nareswari, S.Farm., M.S.Farm., dan apt. Nisa Yulianti Suprahman, M.Sc. Selama dua pekan, mereka mempelajari teknik mikroskopi tingkat molekuler sekaligus menjalankan kolaborasi riset bersama peneliti setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama penelitian dengan Dr. Manami Toriyama yang menjadi mitra utama dalam pertukaran keilmuan di laboratorium tersebut. Hasil kolaborasi direncanakan akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bersama.
Dr. Manami Toriyama menyambut positif keterlibatan dosen Itera dalam program ini. Ia berharap kerja sama dapat diperluas, termasuk peluang studi lanjut bagi dosen Itera di Jepang. “Kami senang dapat bekerja sama dengan Itera. Ke depan, kami berharap ada dosen Itera yang melanjutkan studi doktoral di sini, khususnya di bidang farmasi dan rekayasa kosmetik,” ujar Manami.
Kami senang dapat bekerja sama dengan Itera. Ke depan, kami berharap ada dosen Itera yang melanjutkan studi doktoral di sini, khususnya di bidang farmasi dan rekayasa kosmetik
Partisipasi tahun ini melanjutkan kerja sama serupa yang telah terjalin sebelumnya, sekaligus memperluas keterlibatan dosen Itera dalam program visiting scientist di Universitas Osaka. Dr. Sarmoko menilai keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring riset internasional. “Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan dapat melahirkan inovasi berbasis bahan alam yang bermanfaat di bidang farmasi, terutama untuk pengembangan terapi penyakit kulit,” ujarnya.
Selain kegiatan di Osaka, Dr. Sarmoko juga mengunjungi almamaternya di Nara Institute of Science and Technology (NAIST). Kunjungan tersebut diterima oleh Director of NAIST Indonesia Office, Prof. Yasumasa Bessho. Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa mahasiswa Indonesia pada 2026 menjadi kelompok mahasiswa internasional terbanyak kedua di NAIST. Pemerintah Indonesia juga dinilai aktif mendorong studi lanjut melalui berbagai skema beasiswa dan kerja sama.
Dr. Sarmoko turut mempresentasikan profil dan perkembangan Itera di hadapan Prof. Hisaji Maki (Deputy Director, Strategic Initiative for Global Leadership Development) dan Dr. Chek Min Fey (Associate Professor, Division of Biological Science). Sejumlah kerja sama antara Itera dan NAIST yang telah berjalan juga disampaikan, mencakup riset kolaboratif, publikasi bersama, program visiting scientist, serta pengiriman staf dan lulusan untuk studi lanjut. Paparan tersebut mendapat respons positif dan menegaskan posisi Itera sebagai salah satu mitra strategis NAIST di Sumatra. (Rilis/Humas)





