Mahasiswa Teknik Material Itera Gagas Bungur EduForest di Desa Wisata Cilimus Pesawaran

Mahasiswa Teknik Material Itera Gagas Bungur EduForest di Desa Wisata Cilimus Pesawaran

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Material (HMMT) Institut Teknologi Sumatera (Itera), menginisiasi Program Revitalisasi Kawasan Wisata Desa Cilimus menjadi Bungur EduForest sebagai upaya menghidupkan kembali potensi wisata Taman Bungur di Desa Cilimus, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Program ini menargetkan wisata berbasis edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat, program ini tidak hanya berfokus pada penataan kawasan, tetapi juga mempersiapkan masyarakat agar mampu mengelola destinasi wisata secara mandiri dan berkelanjutan. Program ini turut menggandeng Pemerintah Desa Cilimus, Pemuda Way Sembung, SHK Lestari, Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Makmur, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta unsur masyarakat lainnya.

Tim PPK Ormawa HMMT Itera menghadirkan Bungur EduForest sebagai identitas baru kawasan dengan pendekatan yang menggabungkan wisata, edukasi, dan pelestarian lingkungan. Taman Bungur dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki potensi alam yang masih terjaga dan berada di kawasan penyangga Hutan Raya (Tahura) Wan Abdurrahman. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan kapasitas pengelolaan dan belum adanya konsep pengembangan yang terintegrasi.

Tim PPK Ormawa HMMT Itera menghadirkan Bungur EduForest sebagai identitas baru kawasan dengan pendekatan yang menggabungkan wisata, edukasi, dan pelestarian lingkungan.

Nama Bungur tetap dipertahankan karena telah lama menjadi identitas kawasan sekaligus merepresentasikan keberadaan tanaman bungur yang menjadi ciri khas lokasi tersebut. Sementara itu, EduForest menggambarkan visi pengembangan kawasan sebagai ruang belajar berbasis alam, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan lingkungan, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai konservasi hutan, keanekaragaman hayati, dan potensi lokal. Melalui konsep ini, Bungur EduForest diharapkan menjadi destinasi wisata yang memiliki nilai edukasi.

Wisata Berkelanjutan

Ketua Tim PPK Ormawa HMMT Itera, Citra Damayanti Purba, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat merupakan tahapan yang tidak dapat dipisahkan dari proses pengembangan Bungur EduForest. Menurutnya, keberlanjutan sebuah kawasan wisata sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri. “Bungur EduForest bukan sekadar menghadirkan wajah baru kawasan wisata, tetapi membangun masyarakat yang siap menjadi penggerak utama dalam mengelola potensi desanya. Kami ingin meninggalkan sistem yang dapat terus berjalan dan berkembang bersama masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Material Itera, Ayub Restu Kusuma, menilai bahwa PPK Ormawa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa organisasi kemahasiswaan tidak hanya menjadi ruang pengembangan diri, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Bungur EduForest menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin dan semangat gotong royong dapat melahirkan solusi yang berdampak bagi desa,” ungkap Ayub.

Respon positif disambut oleh berbagai pihak, salah satunya Ketua SHK Lestari (Sistem Hutan Kerakyatan Lestari), Agus, menyampaikan bahwa masyarakat Desa Cilimus telah lama bercita-cita menghidupkan kembali Taman Bungur sebagai destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi warga. Menurutnya, kolaborasi dalam Program Bungur EduForest menjadi langkah nyata untuk mewujudkan harapan tersebut melalui pengelolaan wisata berbasis konservasi dan edukasi.

Penulis : Andre Ramadhani (Teknik Material)