Itera dan TNWK Bahas Kolaborasi Mitigasi Konflik Manusia dan Gajah Sumatera

Itera dan TNWK Bahas Kolaborasi Mitigasi Konflik Manusia dan Gajah Sumatera

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkuat kolaborasi dengan Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam mendukung mitigasi konflik antara manusia dan gajah sumatera melalui penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara delegasi Itera yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si.(Han)., Ph.D., didampingi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kemitraan Strategis LPPM Itera, Abdul Rozak Kodarif, S.ST., M.T., dengan Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., selaku Ketua Komite Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut sinergi antara Itera dan Komite Mitigasi dalam merancang implementasi program yang mendukung penanganan konflik manusia dan gajah sumatera melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda kolaborasi yang akan dilaksanakan secara bertahap.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut sinergi antara Itera dan Komite Mitigasi dalam merancang implementasi program yang mendukung penanganan konflik manusia dan gajah sumatera melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan ialah pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang akan melibatkan 25 mahasiswa Itera. Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar langsung di kawasan Taman Nasional Way Kambas dengan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan mitigasi konflik gajah sumatera, mulai dari pengumpulan data lapangan, pendampingan masyarakat, hingga penerapan hasil kajian yang mendukung upaya konservasi.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga menghasilkan solusi berbasis riset yang dapat mendukung upaya konservasi gajah sumatera serta memperkuat peran Itera sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam penyelesaian persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui implementasi tridarma perguruan tinggi. (Rilis/Humas)