ITERA NEWS – Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Ismunandar, Ph.D., mengunjungi kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), Jumat, 13 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menjadi narasumber Seminar Keprofesian yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Itera.
Selain menyampaikan seminar kepada ratusan mahasiswa dan sivitas akademika, Prof. Ismunandar juga meninjau sejumlah fasilitas strategis kampus, yakni Kebun Raya Itera dan pusat pengelolaan sampah terintegrasi Integrated Waste–Agro Center Itera (IWACI). Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, serta Dekan FTIK Itera, Roy Chandra P. Sigalingging, M.Sc., Ph.D.
Dalam kesempatan itu, Rektor Itera menyampaikan komitmen Itera dalam membangun kampus berkelanjutan melalui penguatan fungsi konservasi, riset, dan inovasi lingkungan. Keberadaan Kebun Raya Itera dan IWACI disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan Itera sebagai kampus yang berorientasi pada keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya secara terpadu.
Keberadaan Kebun Raya Itera dan IWACI disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan Itera sebagai kampus yang berorientasi pada keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya secara terpadu.
Rektor Itera juga menjelaskan bahwa Kebun Raya Itera, yang dikelola oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Konservasi Flora Sumatera, telah mencatatkan sejumlah capaian di tingkat nasional. Pada 2023, Kebun Raya Itera meraih penghargaan terbaik ketiga nasional dalam pembangunan dan pengelolaan kebun raya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Prestasi tersebut kembali dipertahankan pada 2025 dengan predikat Kebun Raya Daerah Terbaik ke-3 se-Indonesia dengan peningkatan kinerja pengelolaan dan konservasi.
Selain meninjau kawasan konservasi, Prof. Ismunandar juga melihat langsung proses pengelolaan sampah terintegrasi di IWACI. Rektor Itera menjelaskan bahwa IWACI dikembangkan sebagai bagian dari agenda riset dan inovasi kampus dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara sistematis dan berkelanjutan.







