You are currently viewing Mahasiswa Itera Olah Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal untuk Lansia

Mahasiswa Itera Olah Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal untuk Lansia

ITERA NEWS — Tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama mahasiswa KKN Rekognisi Desa Banjar Agung, Institut Teknologi Sumatera (Itera), mengedukasi warga lanjut usia tentang pemanfaatan rambut jagung menjadi teh herbal di Posyandu Kartika, Balai Desa Banjar Agung, Lampung Selatan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Rambut Jagung sebagai Teh Herbal untuk Lansia” tersebut memperkenalkan Teh RAJA (Teh Rambut Jagung) sebagai alternatif pemanfaatan bagian jagung yang selama ini kerap dibuang.

Kegiatan melibatkan Tim Dosen PkM KKN Rekognisi Itera Apt. Untia Kartika Sari R., M.Farm. dari Program Studi Farmasi, Dila Tirta Julianty, S.Si., M.Si. (Prodi Sains Aktuaria), dan Indira Hapsarini, S.T.P., M.T.P. (Prodi Teknologi Industri Pertanian), serta melibatkan mahasiswa KKN Rekognisi dari Program Studi Farmasi, Sains Aktuaria, dan Teknologi Industri Pertanian.

Dosen Program Studi Farmasi Itera, Apt. Untia Kartika Sari Ramadhani, M.Farm., menjelaskan rambut jagung mengandung sejumlah senyawa bioaktif dan nutrisi, seperti flavonoid, saponin, tanin, kalium, kalsium, vitamin C, dan antioksidan. Kandungan tersebut berpotensi mendukung kesehatan tubuh. “Rambut jagung yang biasanya dibuang ternyata memiliki manfaat dan dapat diolah menjadi teh herbal,” ujar Untia.

Rambut jagung mengandung sejumlah senyawa bioaktif dan nutrisi, seperti flavonoid, saponin, tanin, kalium, kalsium, vitamin C, dan antioksidan. Kandungan tersebut berpotensi mendukung kesehatan tubuh.

Dalam praktiknya, rambut jagung dikeringkan terlebih dahulu, kemudian dipadukan dengan bahan alami seperti jahe, lemon, kapulaga, bunga lawang, dan kayu secang. Campuran tersebut dikemas dalam kantong teh sehingga praktis diseduh.

Mahasiswa KKN Rekognisi turut mendampingi peserta dalam proses pembuatan. Peserta juga aktif berdiskusi mengenai jenis jagung yang dapat dimanfaatkan, cara pengeringan, serta perbedaan penggunaan rambut jagung segar dan kering.

Melalui kegiatan ini, tim PkM dan KKN Rekognisi berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi pangan lokal secara lebih optimal. Pemanfaatan rambut jagung juga diharapkan mengurangi bahan yang terbuang sekaligus mengenalkan inovasi minuman herbal yang mudah dibuat secara mandiri. (Rilis/Humas)