You are currently viewing Tim PkM Itera Kenalkan Inovasi Teh Herbal dari Olahan Rambut Jagung dan Kelor

Tim PkM Itera Kenalkan Inovasi Teh Herbal dari Olahan Rambut Jagung dan Kelor

ITERA NEWS — Bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan, seperti rambut jagung dan daun kelor, didorong menjadi produk herbal bernilai tambah. Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengenalkan inovasi pengolahan bahan lokal kepada pelaku UMKM Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 13 Agustsu 2026.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), peserta diperkenalkan dengan pengolahan buah lerak, daun kelor, rambut jagung, dan jahe menjadi sejumlah produk, seperti sabun vegan, teh herbal, dan minuman serbuk instan. Inovasi tersebut ditujukan untuk membuka peluang pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat sekaligus mengembangkan alternatif produk usaha.

Ketua Tim PkM, apt. Refsya Azanti Putri, S.Farm., M.S.Farm., mengatakan banyak bahan di lingkungan masyarakat yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. “Banyak bahan di sekitar rumah yang belum dimanfaatkan secara maksimal, seperti daun kelor, rambut jagung, dan jahe. Padahal, bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk seperti teh herbal dan minuman serbuk instan,” ujar Refsya.

Menurut dia, kegiatan tidak hanya mengenalkan manfaat bahan alam, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai proses pengolahannya agar dapat dikembangkan menjadi produk yang berpotensi dipasarkan.

Kegiatan tidak hanya mengenalkan manfaat bahan alam, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai proses pengolahannya agar dapat dikembangkan menjadi produk yang berpotensi dipasarkan

Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai kesehatan dan pengenalan sabun vegan berbahan lerak. Peserta kemudian mendapat penjelasan mengenai potensi daun kelor, jahe, sereh, dan rambut jagung sebagai bahan minuman herbal.

Tim PkM dan mahasiswa KKN juga mendemonstrasikan tahapan pembuatan produk. Peserta terlebih dahulu menyaksikan video proses pembuatan sabun lerak, teh herbal daun kelor dan rambut jagung, serta minuman serbuk jahe, kemudian mengikuti praktik pengolahan bahan.

Ketua Pendamping PKH Desa Branti Raya, Eka Susi Wahyuni, menilai inovasi tersebut sesuai dengan potensi bahan yang tersedia di lingkungan masyarakat. Salah satunya rambut jagung yang selama ini belum banyak dimanfaatkan. “Teh herbal dari rambut jagung menarik karena selama ini rambut jagung dari hasil perkebunan warga belum dimanfaatkan. Pengolahannya menjadi produk dapat membuka peluang baru bagi masyarakat,” ujar Eka.

Program yang didanai Itera melalui skema Program Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Kepakaran (PMLK) Tahun Anggaran 2026 tersebut melibatkan dosen dari Program Studi Farmasi dan Kimia serta tujuh mahasiswa.

Tim PkM berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kemampuan mengolah bahan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengembangan produk dan pemasaran sehingga memberikan nilai ekonomi bagi UMKM PKH Desa Branti Raya. (Rilis/Humas)