ITERA NEWS — Institut Teknologi Sumatera (Itera) melatih pengelolaan media sosial bagi juru pelaksana Taman Purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur, guna memperkuat promosi destinasi tersebut di tingkat nasional. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan berbasis Smart Eco-Heritage.
Kegiatan yang digelar di Museum Koleksi Taman Purbakala Pugung Raharjo, Rabu, 29 Juli 2026, diinisiasi oleh tim pengabdian masyarakat Program Studi Biologi, Fakultas Sains Itera. Pelatihan diikuti para juru pelaksana yang berperan langsung dalam pengelolaan kawasan wisata dan museum.
Ketua tim pengabdian, Dr. Winati Nurhayu, mengatakan pelatihan ini penting untuk meningkatkan eksposur kawasan cagar budaya tersebut melalui platform digital. “Kami ingin potensi sejarah dan keanekaragaman hayati di Pugung Raharjo semakin dikenal luas melalui pengelolaan media sosial yang tepat,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, anggota tim Nurul Adhha, M.A., membawakan materi strategi konten berbasis storytelling. Ia menekankan bahwa media sosial dapat menjadi etalase digital untuk menyampaikan narasi keterkaitan antara warisan megalitik dan pelestarian lingkungan. “Konten yang terstruktur tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik mengenai pentingnya menjaga cagar budaya,” kata Nurul.
Konten yang terstruktur tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik mengenai pentingnya menjaga cagar budaya
Sementara itu, anggota tim lainnya, Dr. Yanti Ariyanti, M.Si., memperkuat pemahaman peserta terkait keanekaragaman kupu-kupu yang menjadi bagian dari daya tarik kawasan. Penyelarasan materi ini dinilai penting agar konten yang dipublikasikan tetap akurat secara ilmiah.
Pada sesi praktik, peserta dibimbing menyusun strategi storytelling eduwisata, memproduksi konten foto dan video, serta mengoptimalkan fitur media sosial untuk memperluas jangkauan promosi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Taman Purbakala Pugung Raharjo sebagai destinasi eduwisata.
Program bertajuk “Digitalisasi Eduwisata Polinator” ini didanai oleh DRTPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI tahun 2026. Melalui kegiatan tersebut, Itera mendorong transformasi pengelolaan wisata berbasis digital agar lebih adaptif dan kompetitif. Pelatihan ini sekaligus mempertegas peran Itera dalam mendukung pengembangan destinasi berbasis konservasi dan edukasi di Lampung. (Rilis/Humas)


