ITERA NEWS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi 2026 Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan program pengabdian di Dusun Kalangan, Desa Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, pada 22 Juni–6 Juli 2026. Kegiatan difokuskan pada konservasi ekosistem pesisir dan penguatan wisata berkelanjutan.
Sebanyak 20 mahasiswa multidisiplin terlibat dengan pendampingan dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Candra Prayogi, M.Ds., Gabriella Yunita Sibarani, S.Kom., M.Ds., Agustinus Didik Prasetya, S.Ds., serta dosen Sains Lingkungan Kelautan (SLL) Tefur Nur Rohman, S.S., M.Li., dan Rizki Dimas Permana, S.Kel., M.Si.
Salah satu program utama adalah transplantasi terumbu karang sebagai upaya pemulihan ekosistem laut di kawasan wisata Pahawang. Mahasiswa menyiapkan media transplantasi berbentuk spider web untuk penempelan fragmen karang. Selain itu, dilakukan penanaman mangrove di wilayah pesisir guna mencegah abrasi, menjaga habitat biota laut, dan mendukung keseimbangan lingkungan.
Program diawali dengan sosialisasi kepada perangkat desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memetakan kebutuhan, khususnya terkait edukasi wisata dan penguatan media informasi. Mahasiswa kemudian merancang dan memasang sign system, papan peringatan di dermaga, serta banner Do’s and Don’ts di sembilan titik snorkeling guna meningkatkan kesadaran wisatawan agar tidak merusak terumbu karang.
Salah satu program utama adalah transplantasi terumbu karang sebagai upaya pemulihan ekosistem laut di kawasan wisata Pahawang. Mahasiswa menyiapkan media transplantasi berbentuk spider web untuk penempelan fragmen karang.
Upaya konservasi juga diperkuat melalui kegiatan bersih pantai serta produksi video edukasi pelestarian ekosistem laut sebagai media kampanye lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan.
Di sisi lain, mahasiswa turut mendukung penguatan ekonomi lokal melalui pendampingan pembuatan identitas visual usaha travel agent, mulai dari desain logo hingga penyusunan Graphic Standard Manual (GSM). Program ini memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha wisata dalam meningkatkan profesionalitas layanan dan daya tarik promosi.
Selain itu, kegiatan konservasi yang dilakukan juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, seperti menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi tumpuan ekonomi warga, mengurangi risiko abrasi pesisir, serta meningkatkan kualitas lingkungan wisata yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.
Mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti mengajar mengaji, gotong royong, hingga santunan anak yatim, yang memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Melalui program tersebut, KKN Rekognisi Itera tidak hanya menghasilkan berbagai luaran fisik, tetapi juga menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Itera sebagai Kampus Berdampak yang mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir di Pulau Pahawang. (Rilis/Humas)






