Wujudkan Kampus Berdampak, Dosen Itera Sampaikan Hilirisasi Riset Kosmetik untuk Kemandirian Santri

Wujudkan Kampus Berdampak, Dosen Itera Sampaikan Hilirisasi Riset Kosmetik untuk Kemandirian Santri

Print Friendly, PDF & Email

ITERA NEWS – Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus memperkuat perannya sebagai kampus berdampak dengan menghadirkan inovasi dan hasil riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera bertajuk “Hilirisasi Riset Pembuatan Kosmetik Berbasis Green Nanotechnology Guna Meningkatkan Kewirausahaan Para Santri di Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo Lampung Timur”.

Kegiatan yang didanai oleh Kemendiktisaintek melalui skema hibah PkM BOPTN Bima Tahun 2026 tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo, Desa Taman Fajar, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, pada 29–30 Juni 2026.

Melalui program ini, Itera mendorong hilirisasi hasil penelitian di bidang kosmetik berbasis green nanotechnology agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan membuka peluang usaha baru berbasis potensi sumber daya lokal.

Ketua kegiatan PkM, Iwan Syahjoko Saputra, M.Si., menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan inovasi yang dihasilkan di lingkungan akademik dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan hasil riset Itera agar dapat dipahami, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh masyarakat, khususnya para santri, sehingga lahir peluang usaha baru berbasis teknologi dan sumber daya alam lokal,” ujar Iwan.

Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan hasil riset Itera agar dapat dipahami, dimanfaatkan, dan dikembangkan oleh masyarakat, khususnya para santri, sehingga lahir peluang usaha baru berbasis teknologi dan sumber daya alam lokal

Kegiatan diawali dengan bincang ilmiah yang menghadirkan sejumlah dosen lintas disiplin di lingkungan Itera. Apt. Arsy Fauziah, S.Farm., M.Si., dari Program Studi Rekayasa Kosmetik menyampaikan materi mengenai pentingnya penggunaan kosmetik yang aman, bermanfaat, dan bermutu sesuai standar keamanan produk kosmetik.

Selanjutnya, Dr. Apt. Anjar Hermadi Saputro, S.Farm., M.Pharm.Sci., dari Program Studi Farmasi memaparkan formulasi sunscreen dan sabun padat berbahan alam yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Sementara itu, Demi Damayanti, S.Si., M.Si., dari Program Studi Kimia memperkenalkan pengembangan zat aktif sunscreen berbasis chemical-physical sunscreen sebagai bagian dari inovasi kosmetik modern berbasis penelitian.

Sebagai materi penutup sesi ilmiah, Iwan Syahjoko Saputra, M.Si., menjelaskan mengenai analisis fisiko-kimia nano sunscreen, termasuk karakterisasi dan pengujian kualitas produk guna menghasilkan kosmetik yang efektif, aman, dan berkualitas.

Workshop

Tidak hanya menghadirkan transfer pengetahuan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan workshop Make Your Own Cosmetic yang dikemas dalam bentuk beauty demo. Pada sesi tersebut, mahasiswa Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera memberikan edukasi sekaligus pendampingan kepada para santri mengenai penggunaan skincare dan makeup yang tepat, mulai dari tahapan perawatan kulit hingga teknik dasar pengaplikasian kosmetik.

Sebagai bagian dari penguatan literasi produk halal, kegiatan turut menghadirkan materi mengenai kosmetik halal dan fikih sesuai syariat Islam yang disampaikan oleh Ustadz M. Hadziq Qulubi, S.Pi., M.Pd.I., M.Si. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memilih produk kosmetik yang tidak hanya aman dan bermutu, tetapi juga memenuhi prinsip kehalalan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai administrasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) oleh Angga Anugrah, S.Si., CSSBB dari PT Glow Industri Herbal Care melalui pertemuan daring. Materi tersebut membahas aspek administrasi, dokumentasi, hingga sistem mutu dalam proses produksi kosmetik sesuai standar industri.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara terintegrasi.

Selain memperoleh materi, para peserta juga mengikuti praktik pembuatan nano sunscreen dan sabun padat untuk memahami proses formulasi dasar produk kosmetik berbasis riset dan teknologi. Program pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera melalui skema KKN Rekognisi. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, Itera menegaskan perannya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memastikan hasil riset dapat dihilirisasikan untuk memberdayakan masyarakat, meningkatkan literasi sains, serta mendorong tumbuhnya kewirausahaan baru di kalangan santri berbasis teknologi ramah lingkungan dan potensi sumber daya alam lokal. (Rilis/Humas)