ITERA NEWS — Program Studi Fisika Institut Teknologi Sumatera (Itera) melatih siswa SMAN 2 Metro dalam pengenalan sistem akuisisi data suhu dan cahaya menggunakan sensor LM35 dan LDR berbasis Microsoft Excel, Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong literasi teknologi sekaligus meningkatkan keterampilan riset siswa sekolah menengah.
Pelatihan yang dilaksanakan di SMAN 2 Metro tersebut diikuti oleh 90 siswa kelas XI dan XII. Kegiatan dipandu oleh tim dosen Prodi Fisika Itera, yakni Dr. Mahardika Yoga Darmawan, M.Sc., Dr. Agustina Widiyani, M.Si., dan Dr. Harlina Ardiyanti, M.Sc., dengan melibatkan dua mahasiswa Fisika Itera, Dvito Alkindi dan Anami Habibah.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Metro, Amar Fatkhalloh, S.Pd.I. Ia menyampaikan bahwa pelatihan tersebut sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis praktik dan penguasaan teknologi. “Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya memahami konsep fisika, tetapi juga belajar mengolah dan menganalisis data secara digital dengan perangkat yang dekat dengan keseharian mereka, seperti Microsoft Excel,” ujar Amar.
Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya memahami konsep fisika, tetapi juga belajar mengolah dan menganalisis data secara digital dengan perangkat yang dekat dengan keseharian mereka, seperti Microsoft Excel
Perwakilan tim dosen, Dr. Agustina Widiyani, M.Si., menjelaskan bahwa materi pelatihan mencakup pemahaman peran data dalam eksperimen fisika, prinsip kerja sensor suhu LM35 dan sensor cahaya LDR, hingga proses konversi besaran fisis menjadi sinyal listrik. Peserta juga dikenalkan penggunaan mikrokontroler Arduino Uno untuk mengubah sinyal analog menjadi data digital yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk grafik melalui aplikasi PLX-DAQ pada Microsoft Excel.
Selain menerima materi, siswa juga melakukan praktik langsung akuisisi data suhu dan cahaya. Metode pembelajaran ini mendorong keterlibatan aktif peserta dan memunculkan antusiasme tinggi selama pelatihan berlangsung. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim PkM melakukan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 83 pada pretest menjadi 95 pada posttest.
Melalui kegiatan ini, Prodi Fisika Itera berharap dapat terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pembelajaran fisika di tingkat SMA, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam pengembangan sains dan teknologi. (Rilis/Humas)





