ITERA NEWS – Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera), Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, menjadi narasumber dalam kegiatan Knowledge Sharing yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung dengan tema “Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Kualitas, Relevansi, dan Daya Saing SDM Daerah untuk Mendukung Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produktivitas Lampung”. Kegiatan berlangsung di Siger Library Cafe, Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Selasa, 9 Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai BPKP Provinsi Lampung serta jajaran perwakilan BPKP dari berbagai daerah di Indonesia yang bergabung secara daring. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk membahas strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing daerah.
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung, Agus Setiyawan, Ak., M.Acc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan kualitas SDM menjadi salah satu agenda strategis yang terus dikawal BPKP. Menurut Agus, kondisi IPM Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional. Berdasarkan data terbaru, IPM Lampung tercatat sebesar 73,98, sedangkan IPM nasional mencapai 75,90. Selain itu, rata-rata lama sekolah di Lampung tercatat 8,61 tahun, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 9,07 tahun. Selain itu, tingkat partisipasi pendidikan tinggi juga masih berada di bawah capaian nasional. “Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Lampung masih perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan melalui pembangunan SDM yang berkelanjutan,” ujar Agus.
Oleh karena itu, BPKP memandang penting keterlibatan kalangan akademisi dalam merumuskan arah pembangunan SDM daerah. Menurutnya, pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan kemampuan daerah dalam menghadapi tantangan masa depan. “Apa yang kita siapkan hari ini akan menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi 20 tahun mendatang,” kata Agus.
Dalam paparannya, Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha menyampaikan apresiasi kepada BPKP yang selama ini telah mendukung berbagai program pengembangan institusi. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak SDM unggul yang mampu menghasilkan inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan.
Sebagai bentuk komitmen Itera dalam mendukung pembangunan SDM Lampung, tahun ini Itera mulai menyelenggarakan jalur Seleksi Mandiri Afirmasi Daerah. Melalui program tersebut, setiap kabupaten dan kota diharapkan memiliki putra-putri daerah yang dapat menempuh pendidikan tinggi di Itera
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan gagasan dan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui SDM yang unggul, berbagai tantangan pembangunan dapat direspons dengan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Prof. Nyoman juga menjelaskan bahwa sebelum peningkatan IPM dicapai, terdapat berbagai faktor pendahulu (precursor) yang harus diperkuat, terutama akses dan kualitas pendidikan. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat di seluruh daerah.
Sebagai bentuk komitmen Itera dalam mendukung pembangunan SDM Lampung, tahun ini Itera mulai menyelenggarakan jalur Seleksi Mandiri Afirmasi Daerah. Melalui program tersebut, setiap kabupaten dan kota diharapkan memiliki putra-putri daerah yang dapat menempuh pendidikan tinggi di Itera dan kembali berkontribusi bagi pembangunan daerah asalnya. “Program ini merupakan salah satu komitmen Itera untuk turut membangun Lampung melalui penguatan sumber daya manusia yang merata dan berkelanjutan,” ujar Prof. Nyoman.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan kualitas SDM Lampung terus meningkat sehingga mampu mendorong produktivitas daerah, mempercepat peningkatan IPM, serta memperkuat daya saing Lampung di tingkat nasional.
Tim Liputan
Penulis : Rudiyansyah
Fotografer : Arpan Ismail







