You are currently viewing Prodi Rekayasa Kosmetik Itera Ajarkan Pembuatan Body Scrub Berbahan Kopi

Prodi Rekayasa Kosmetik Itera Ajarkan Pembuatan Body Scrub Berbahan Kopi

ITERA NEWS – Kopi tidak hanya dikenal sebagai minuman, tetapi juga dapat diolah menjadi produk perawatan tubuh yang memiliki nilai ekonomi. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen Program Studi Rekayasa Kosmetik Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengenalkan pemanfaatan kopi sebagai bahan utama body scrub kepada siswa SMK Negeri 7 Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterampilan vokasi sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak di bangku sekolah.

Pelatihan bertajuk “Peningkatan Keterampilan dan Jiwa Wirausaha Siswa melalui Pelatihan Pembuatan Body Scrub Herbal di SMK Negeri 7 Bandar Lampung” tersebut dilaksanakan Rabu, 5 Agustus 2026 dan diikuti oleh 30 siswa kelas XI Program Keahlian Farmasi. Program ini memperoleh pendanaan dari Itera melalui skema Program Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Kepakaran Tahun Anggaran 2026.

Tim PkM dipimpin oleh Elianasari, S.Si., M.Sc., dengan anggota apt. Kiki Yuli Handayani, S.Farm., M.Pharm.Sci., Herayati, S.Si., M.Si., Indah Puspita Sari, M.Si., dan Dr. Annisaa Siti Zulaicha, M.Si. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Rekayasa Kosmetik Itera sebagai pendamping selama pelaksanaan praktik.

Dalam pelatihan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh materi mengenai potensi bahan alam sebagai bahan baku kosmetik, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses pembuatan body scrub. Mereka mempelajari tahapan formulasi, mulai dari penyiapan bahan, penimbangan, pencampuran, pengadukan, hingga pengemasan produk.

Kopi dan gula dipilih sebagai bahan utama karena memiliki fungsi sebagai eksfoliator alami yang mudah diperoleh, aman digunakan, serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk perawatan tubuh bernilai jual.

Kopi dan gula dipilih sebagai bahan utama karena memiliki fungsi sebagai eksfoliator alami yang mudah diperoleh, aman digunakan, serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk perawatan tubuh bernilai jual. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada prinsip produksi yang higienis, teknik pengemasan, dan penyajian produk agar lebih menarik bagi konsumen.

Ketua tim PkM, Elianasari, mengatakan kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memiliki keterampilan membuat produk kosmetik sederhana, tetapi juga memahami peluang pengembangannya menjadi usaha berbasis bahan alam.

“Melalui pelatihan ini kami ingin memperkenalkan bahwa bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Harapannya, siswa terdorong untuk terus berkreasi dan melihat peluang usaha dari pengetahuan yang mereka miliki,” ujarnya.

Perwakilan SMK Negeri 7 Bandar Lampung, apt. Jumadi, S.Farm., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang melengkapi pembelajaran di kelas karena siswa dapat mempraktikkan langsung proses pembuatan produk sekaligus memahami aspek kewirausahaannya. Melalui kegiatan ini, Itera terus mendorong implementasi keilmuan dosen melalui pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. Kolaborasi dengan sekolah vokasi diharapkan mampu meningkatkan kompetensi siswa, memperkuat budaya inovasi, serta membuka peluang lahirnya produk-produk berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi. (Rilis/Humas)